Menyibak Mendung Pasca Skandal

Jelang GP Singapura

Menyibak Mendung Pasca Skandal

- Sport
Selasa, 22 Sep 2009 13:03 WIB
Menyibak Mendung Pasca Skandal
Singapura - F1 baru saja dihantam skandal memalukan yang melibatkan Renault. Tapi awan kelabu tak boleh hinggap lama-lama karena show must go on dan 'Jet Darat' harus tetap melaju.

Renault terbukti melakukan kesalahan dengan menginstruksikan Nelson Piquet Jr untuk menabrakkan mobilnya dengan sengaja guna melapangkan jalan Fernando Alonso jadi jawara di GP Singapura 2008.

Flavio Briatore yang menjabat sebagai bos tim Renault dinilai sebagai sosok paling bertanggung jawab sehingga dihukum tak boleh berkecimpung lagi di dunia F1. Mantan Kepala Mekanik Pat Symonds juga dilarang aktif di F1 selama lima tahun, sementara Piquet tak kena hukuman akibat kesediaannya memberikan kesaksian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertunjukan harus terus berlanjut. Manusia berbuat salah, mereka harus dihukum dan kehidupan pun berlanjut," ucap mantan juara dunia dua kali Mika Hakkinen dengan bijak, seperti diberitakan Reuters.

Kontroversi di F1 ini jelas melukai kredibilitas olahraga tersebut. Apalagi publik niscaya belum lupa dengan skandal mata-mata atau spy gate yang melibatkan McLaren pada tahun 2007 silam.

"Lupakan itu dan konsentrasi ke masa depan. Saya pikir yang paling penting saat ini adalah sebuah grand prix luar biasa sudah menanti," lugas dia merujuk kepada GP Singapura yang akan dihelat Minggu (27/9/2009) ini.

Menurut mantan pembalap Lotus dan McLaren tersebut, gelaran balap malam di Singapura adalah langkah pertama yang tepat buat F1 untuk segera beranjak dari mendung yang tengah menggantung. Ditambah dengan kabar bahwa tim Lotus akan segera bergabung lagi dengan F1, lengkaplah modal untuk dapat melupakan insiden memalukan.

"Saya pikir ini luar biasa. Benar-benar luar biasa," demikian Hakkinen.

(krs/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads