Demikian komentar musisi sekaligus pembawa acara Dik Doank dalam perbincangan dengan detiksport jelang balapan GP Singapura. Bukannya pesimistis, Dik Doank merasa kalau Indonesia punya olahraga lain yang punya potensi besar untuk dikembangkan daripada terburu-buru memikirkan F1.
Dalam pandangannya, negara-negara yang saat ini bisa menggelar balapan jet darat hanyalah negara yang memiliki “martabat”.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Martabat ini adalah keseimbangan antara agama, moral, intelegensia dan perekonomian,” sahut musisi yang kondang dengan lagu bertitel 'Pulang' itu.
Adalah sepakbola yang dianggap Dik lebih punya potensi untuk dikembangkan. Daripada membangun sirkuit dengan biaya yang sangat mahal, pembangunan stadion-stadion berskala internasional akan lebih bisa diterima publik.
“Jangan-jangan nanti kita bikin sirkuit malah diidemo sama warganya sendiri. Jangan sampai kita nonton F1 di Indonesia tapi masih mikirin kemiskinan.”
“Indonesia tak perlu berharap gelar F1. Mending kalau mau sepakbola aja dimajuin. Selain Stadion Bung Karno, bikin stadion SBY atau Habibie,” pungkasnya diiringi tawa.
(din/arp)











































