Soal persaingan di antara rekan satu tim sebenarnya sudah bukan cerita baru di dunia F1. Dulu ada cerita rivalitas antara Ayrton Senna dan Alain Prost. Sementara dalam beberapa tahun terakhir ada persaingan antara Lewis Hamilton dan Fernando Alonso.
Untuk yang terakhir, Alonso bahkan sampai merasa dianaktirikan dan akhirnya memilih untuk kembali ke Renault. Tetapi tidak demikian dengan Button dan Berrichello. Padahal keduanya juga bersaing untuk meraih gelar juara dunia musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Button menjadi juara dunia usai finis kelima di GP Brasil yang berakhir Senin (19/10/2009) dinihari WIB. Meski balapan masih menyisakan satu seri lagi, namun perolehan poin pembalap asal Inggris itu sudah tidak bisa lagi dikejar para pesaingnya.
Driver 29 tahun itu kemudian merayakan keberhasilannya bersama keluarga, pacar dan sahabat-sahabatnya di Brasil pada hari Minggu malam waktu setempat. Masalahnya ia sudah dijadwalkan untuk ikut penerbangan ke Inggris pada hari pada saat yang sama.
Beruntung Button punya rekan setim seperti Barrichello. Pembalap yang akrab disapa Rubinho itu bersedia meminjamkan pesawat pribadinya sehingga Button dan rekan-rekannya bisa tetap berada di Brasil lebih lama.
Meski masih kecewa lantaran hanya finis di posisi delapan GP Brasil, Barrichello sudah berjanji kepada Button bahwa pesawatnya siap mengantarkan Button cs. kembali ke Inggris pada hari Senin pagi waktu setempat.
Button sendiri memiliki acara pada hari Selasa di Kent, Inggris, berkaitan dengan kepentingan sponsor. Acara tersebut akan menjadi kemunculan pertamanya di tanah kelahirannya usai menjadi juara dunia.
(roz/a2s)











































