Ya, awan mendung menyelimuti karir Piquet di tahun ini. Setelah resmi pisah jalan dengan Renault di summer break lantaran kontribusinya dianggap kurang, dia mendapat getah dari tindakan yang dilakukannya di tahun 2008.
Piquet dinyatakan terlibat dalam skandal pada GP Singapura 2008 di mana dia dituduh dengan sengaja menabrakkan mobil ke dinding untuk mengakomodir kemenangan rekan setimnya kala itu, Fernando Alonso. Pembalap berusia 24 tahun itu sendiri mengaku menyesal dengan keterlibatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan tim tersebut adalah CamposΒ yang masih menyisakan satu posisi driver setelah mengget Bruno Senna beberapa waktu yang lalu. Namun ada satu hambatan bagi Piquet, lantaran Campos yang notabene berasal dari Spanyol dilaporkan cukup berambisi untuk menggaet pembalap dalam negeri untuk bertandem dengan Senna.
Apakah itu menghalangi minat Piquet pada Campos? Tidak. Pembalap asal Brasil ini memiliki 'senjata' untuk memikat tim tersebut dengan nama belakang yang dimilikinya sebagai alat untuk menarik minat sponsor.
Jika nantinya Senna akan berduet dengan Piquet, maka Campos memiliki dua pembalap dengan nama belakang yang sama-sama pernah harum semerbak di 'jet darat'. Ayrton Senna yang merupakan paman dari Bruno merupakan juara dunia di tahun 1988, 1990 dan 1991.Sedangkan Nelson Piquet Sr. juga tidak kalah mentereng. Berada di era yang lebih dulu dari Ayrton, dia juga mengoleksi tiga titel dunia di musim 1981, 1983, dan 1987.
"Saya masih kekeuh dengan gagasan itu (bertandem dengan Bruno Senna), jelas itu akan cukup menarik bagi Brasil dan sponsor-sponsir dari Brasil," tuturnya Piquet Jr. di Manipe.
"Mereka sedang mencari pembalap dari Spanyol. Namun saya belum mau menghapus mereka. Saya masih mencoba dengan menunjukkan minat dan masih mencoba menjukkan gagasan tentang pentingnya memiliki nama belakang untuk perusahaan-perusahaan dari Brasil."
(arp/roz)











































