Rencana pemangkasan biaya yang diusulkan oleh FIA adalah penyebab Ferrari patah arang. Namun setelah melalui negosiasi alot di sana-sini, akhirnya The Prancing Horse bertahan di arena jet darat.
Sejumlah perbaikan diusulkan Di Montezemolo untuk tahun-tahun mendatang. Salah satunya adalah pelonggaran larangan untuk melakukan tes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Montezemolo memahami bahwa pelarangan untuk melakukan tes seenaknya adalah demi penghematan biaya. Namun baginya, larangan itu sudah terlalu jauh.
"Dulu, kita bisa tes setiap hari, tapi sekarang tidak. Ini seperti dokter di Italia yang dulu bisa merokok saat mengoperasi. Sekarang, merokok di jalanan bisa membuat Anda terbunuh. Anda butuh keseimbangan, sesuatu di tengah," tukas dia.
Kritik lain dari Di Montezemolo adalah soal waktu lomba dan durasinya serta harga tiket menonton langsung yang menurutnya terlalu mahal.
"Apakah tepat menggelar lomba jam 14-15 di Eropa? Saya tak tahu. Di sepakbola, pertandingan dimainkan jam 16-17 atau jam 20-21. Tepatkah lomba dua jam? Mungkin terlalu panjang. Itulah yang harus kita diskusikan," ucapnya.
"Haruskah harga tiket mahal? Saat ini, seorang pemuda bisa terbang keliling dunia bersama pacarnya dengan biaya yang lebih murah dari tiket GP Italia. Saya tak ingin arogan, tapi saya ingin hal itu ditilik ulang," pungkas Di Montezemolo.
(arp/mrp)











































