Schumacher yang pensiun tahun 2006 saat masih di Ferrari, akan berada di grid F1 musim ini dengan membela Mercedes. Usia kepala empat tak sanggup membendung gairah Schumi kepada balap ini.
"Saya pikir dia sangat berani untuk kembali. Saya pikir ini juga bagus buat olahraga ini," komentar Moss kepada Autosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak cuma menang balapan, ada sebagian pihak yang optimistis bahwa Schumi akan mampu jadi juara dunia lagi. Moss, yang pensiun tahun 1961 di usia 32 tahun, menganggap Schumi takkan mampu bersaing dengan pembalap muda.
"Dia bergabung dengan tim terbaik saya pikir, tapi itu tidak berarti dia akan menang. Untuk mengalahkan orang-orang seperti (Sebastian) Vettel dan (Fernando) Alonso, dia akan kesulitan," ulas Moss.
Moss menilai, Schumi yang selama ini selalu dimanja sebagai pembalap nomor satu di Ferrari, akan kesulitan karena ia belum pernah mendapat rekan setim yang kompetitif. Padahal kini di Mercedes, Schumi akan didampingi pembalap berbakat, Nico Rosberg.
"Dia belum pernah punya pembalap nomor dua yang cepat. Biasanya, cara terbaik mencari tahu seberapa cepat seorang pembalap adalah dengan melihat ke pembalap keduanya," ujar Moss.
"Saya secara pribadi bilang dia tidak akan menang. Terlalu dini untuk bicara, tapi saya pikir saya lebih menjagokan Vettel dan Alonso," pungkasnya.
(arp/roz)











































