Setelah tak lagi membela Ferrari di akhir musim lalu, Raikkonen tidak bergabung dengan tim-tim lain. Alih-alih meneruskan sepak terjang dengan 'Jet Darat' si pria Finlandia malah banting setir ke lintasan reli.
Bersama tim Citroen, Raikkonen kini tengah bersiap untuk menjalani kerasnya satu musim Kejuaraan Reli Dunia yang terdiri dari 13 seri, dengan venue baru di Istanbul, Auckland dan Prancis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antusiasme dari Raikkonen terhadap reli ini boleh jadi sebagai pelampiasan rasa bosannya dengan dunia F1 yang pada akhir musim lalu dia sebut terlalu disarati dengan hal-hal politis. "Di dalam F1 terlalu banyak hal yang membayangi aspek balapan. Terlalu banyak politik. Di F1 saat ini terlampau banyak hal yang tak menyenangkan."
"Banyak hal yang harus diurusi dalam reli. Di F1 Anda ke sirkuit yang sama, lap demi lap. Reli pergi ke tempat-tempat berbeda, jadi banyak hal yang bisa berubah, permukaan, semuanya dari hari ke hari. Rasanya beda saat Anda harus melawan diri sendiri --di F1 Anda melawan orang lain, di reli lawan waktu," urainya.
Selain itu, atmosfer menyenangkan antar pembalap juga didapati Raikkonen di dunia reli. "Para pembalap lain sangat baik, lebih terbuka ketimbang di F1, sangat membantu. Ada banyak kehangatan di sini, lebih santai. Lebih menyenangkan? Tergantung dari apa yang Anda suka."
Dengan pujian untuk reli, apakah itu indikasi si juara dunia F1 tahun 2007 benar-benar akan meninggalkan dunia F1 selamanya? Untuk yang ini, rasanya hanya waktu yang bisa membuktikan karena boleh jadi Raikkonen cuma sedang jenuh dengan F1 dan ingin mencicipi cinta lain belaka. "(Reli) ini berbeda," tandas Raikkonen.
(krs/a2s)











































