Kobayashi musim lalu berkarir di GP2. Meskipun tidak terlalu mendominasi di GP2 namun Toyota memanggilnya untuk menggantikan Timo Glock yang sedang cedera, di dua seri terakhir musim 2009 kemarin.
Kesempatan itu rupanya dimanfaat dengan baik pembalap oleh kelahiran 13 September 1986. Kobayashi berhasil meraih poin di seri terakhir di Abu Dhabi dan sekaligus mengalahkan rekan setimnya, Jarno Trulli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dua seri (Brasil dan Abu Dhabi) semuanya berubah dan saya tahu itu jika saya mendapatkan kesempatan dan bekerja keras, F1 akan ada dalam jangkauan," ungkap Kobayashi seperti dilansir Planet F1.
"Saya menyiapkan diri karena jika kesempatan datang Anda harus siap. Namun melihat ke belakang, itu sulit dikatakan apa yang saya harapkan terjadi. Terkadang kesempatan dan situasi akan memastikan masa depan Anda," ujarnya.
Kobayashi mengakui bahwa Sauber telah mendekatinya sejak di Abu Dhabi. "Namun masalahnya tim belum masuk secara resmi dan saat itu Peter (Sauber) mengatakan kepada saya untuk bersabar dan menunggu," ungkapnya.
"Saat tim telah dikonfirmasikan masuk, kami menyelesaikan negosiasi dan meneken kontrak. Saya pikir bahwa saya sangat beruntung, tapi Peter tidak mengatakan itu. Saya tahu dia inginkan saya profesional dan bekerja keras," tukas Kobayashi. (key/a2s)











































