Menanti Pembuktian Langkah Bersejarah McLaren

Jelang F1 2010

Menanti Pembuktian Langkah Bersejarah McLaren

- Sport
Selasa, 02 Mar 2010 14:31 WIB
Menanti Pembuktian Langkah Bersejarah McLaren
Jakarta - Sebelum musim dimulai McLaren telah membuat sejarah dengan menduetkan dua juara dunia. Kini publik tengah menanti apakah langkah historis tersebut berkorelasi langsung dengan prestasi The Silver Arrow.

Ya, di musim kasak-kusuk lalu McLaren menyita perhatian banyak orang dengan mendaratkan Jenson Button yang bersatus sebagai juara dunia bertahan. Pembalap asal Inggris itu akan bertandem dengan Lewis Hamilton yang merupakan jawara di musim 2008 dan sekaligus merupakan kompatriotnya.

Sejarah baru pun tercipta. McLaren menjadi tim pertama yang menduetkan dua pembalap yang merajai kompetisi F1 dalam dua musim terakhir. Itu juga belum mengacu pada predikat Button dan Hamilton yang disebut-sebut sebagai dua pembalap Inggris terhebat saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya penandeman dua juara dunia pernah dilakukan oleh Lotus yang menduetkan Graham Hill dan Jim Clark tahun 1968. Hill meraja pada tahun 1962 dan 1968, sementara Clark adalah penguasa musim 1963 dan 1965.

Tapi euforia soal sejarah tersebut meredup seiring dengan berjalannya waktu. Kini realisasi dari langkah besar yang telah diambil McLaren tersebut tengah dinanti-nanti.

Optimisme agar prestasi jeblok musim lalu tidak terulang pun merebak. Masih hangat dibenak kala di tahun 2009, McLaren seperti hanya bisa menonton dari dominasi Brawn GP yang kadang diselingi dengan kemenangan Red Bull.

Namun di tengah-tengah besarnya harapan agar prestasi membaik, muncul juga kekhwatiran terkait dengan langkah penggaetan Button tersebut. Hal ini tak lepas dari rekam jejak Hamilton yang dikenal 'tak ramah' ketika berduet dengan juara dunia bertahan.

Publik tentu masih ingat apa yang terjadi pada Fernando Alonso pada tahun 2007. Persis seperti Button, Alonso saat itu merupakan juara bertahan dan pindah ke McLaren.

Di 'Panah Perak' pembalap asal Spanyol tersebut berduet dengan Hamilton yang saat itu menjalani debutnya di F1. Tak disangka-sangka rival terberat Alonso di musim itu adalah rekan setimnya sendiri selain juga Kimi Raikkonen.

Hamilton dan Alonso malah sibuk bersaing sendiri dan akhirnya sama-sama mengoleksi 109 poin di akhir musim. Keadaaan ini dimanfaatkan betul oleh Kimi yang menjadi juara di tahun tersebut.

Kebijakan McLaren yang terlalu lunak pada dua pembalapnya juga menjadi salah satu penyebab terjadinya insiden yang cukup merugikan Alonso tersebut (karena berstatus sebagai pembalap utama). Menarik disimak apakah hal semacam ini akan terjadi lagi di tahun ini.

Button dan Hamilton sendiri juga telah menunjukkan progres positif di uji coba pramusim. Hamilton mencetak waktu tercepat di Jerez sebelum akhir Button mematahkannya di beberapa hari setelahnya.

Sementara itu di tes Barcelona Hamilton menujukkan dominasinya dengan mencatat waktu tercepat dari keseluruan sesi salama satu pekan. (fjp/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads