Michael Schumacher, Fernando Alonso, Lewis Hamilton, dan Jenson Button. Empat nama tersebut bisa jadi perhatian utama untuk F1 musim ini. Para penyandang mahkota juara dunia tersebut akan bersaing dalam trek yang sama di kontes jet darat musim ini.
Namun perjuangan mereka jelas tak akan mudah. Bahkan faktor internal bisa menjadi salah satu pengganjal upaya para raja itu untuk kembali bertahta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu untuk Button-Hamilton serta Alonso, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka bakal mengalami rivalitas internal. Button-Hamilton yang berada satu tim sudah pasti sama-sama memiliki ambisi untuk menjadi juara lagi.
Sementara Alonso juga bakal terlibat "persaingan" dengan rekan setimnya Felipe Massa. Ada pun keempat pembalap tersebut bisa dibilang tengah memasuki masa keemasannya dalam periode lima tahun terakhir.
"Michael Schumacher cukup cerdas dengan memastikan bahwa dia tidak pernah harus terlibat rivalitas dengan rekan satu tim. Sementara Lewis dan Jenson akan mengalaminya. Begitu pula dengan Felipe Massa dan Fernando Alonso," tukas eks pembalap F1 David Coulthard seperti dikutip dari Express.co.uk.
Β
Pria yang akrab disapa DC berpendapat bahwa kemampuan Schumi, yang merupakan juara dunia tujuh kali, belum terlihat sepenuhnya.
"Dia tidak pernah berpartner dengan juara dunia. Anda baru bisa tahu kemampuannya bila dipasangkan dengan Alonso, Hamilton, atau pembalap kelas dunia."
"Saya tidak bermaksud merendahkan kualitas seorang Eddie Irvine atau Rubens Barrichello (partner Schumi di Ferrari), namun mereka tidak diberi keleluasaan," tukas Coulthard.
"Sekarang menarik melihat bagaimana performa Michael. Mampukah ia tampil seperti tiga tahun silam? Apakah hanya cukup untuk mengungguli Nico Rosberg atau pantas untuk menjadi juara?" tutupnya.
Persaingan internal memang punya efek yang cukup berbahaya. Salah satu buktinya adalah di tahun 2007, ketika Hamilton dan Alonso yang sama-sama memperkuat McLaren terlibat rivalitas yang runcing. Akibatnya gelar juara dunia pun lepas.
"Saya kurang paham soal keputusan Jenson untuk meninggalkan tim di mana ia meraih juara dunia, dan membuat keputusan sulit untuk berpartner dengan Lewis Hamilton," tukas bos Red Bull Christian Horner soal duo tim McLaren itu.
"Keduanya profesional namun sungguh menarik memantikan bagaimana dinamika yang terjadi di antara keduanya. Hanya waktu yang akan menjawab apakah keputusan Jenson itu tepat, namun jelas itu merupakan keputusan berat," kata Horner diberitakan The Sun. (nar/din)











































