Micah Richards mengecam para pengkritik Gianluigi Donnarumma yang blunder saat melawan Arsenal. Para pengkritik seolah melupakan peran besar Donnarumma hanya karena blunder.
Man City menang 2-1 atas Arsenal di Etihad Stadium pada laga lanjutan Liga Inggris, Minggu (19/4/2026). The Citizens unggul lebih dulu lewat Rayan Cherki.
Arsenal sempat menyamakan kedudukan lewat Kai Havertz. Gol Erling Haaland kemudian memastikan kemenangan Manchester Biru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Man City berpeluang menyamai poin Arsenal di puncak klasemen dengan 70 poin. Mereka hanya berjarak tiga angka dengan masih punya satu laga tunda.
Meski Man City menang, kiper mereka, Gianluigi Donnarumma tetap banyak dikritik. Hal tersebut karena gol Arsenal berawal dari kesalahan Donnarumma.
Donnarumma gagal mendistribusikan bola saat menguasainya di kotak penalti. Umpannya bisa diserobot Havertz hingga bola yang memantul masuk ke gawang Man City.
Donnarumma dianggap tak cukup baik dalam mendistribusikan bola. Hal ini membuat Donnarumma dinilai tak cocok gaya main manajer Man City, Pep Guardiola, yang membangun serangan dari bawah.
Mantan pemain Man City, Micah Richards, mengecam pihak-pihak yang mengkritik Donnarumma. Ia menganggap gol tersebut juga tak sepenuhnya salah kiper asal Italia. Blunder itu takkan terjadi jika pemain Man City tak memaksakan mengoper bola ke Donnarumma.
Para pengkritik seolah mengerdilkan peran dari Donnarumma hanya karena satu blundernya. Menurut Richards, Donnarumma punya peran yang sangat baik menjaga gawang dan memulai serangan Man City.
"Ini benar-benar tindakan kriminal. Kembali mengoper bola ke kiper setelah unggul 1-0. Cukup operan panjang. Itu saja yang perlu dilakukan. Mengatur ulang formasi. Membangun serangan lagi," ujar Richards dikutip dari MSN.
"Untuk Donnarumma, dengan pengalaman memenangi Liga Champions bersama PSG, orang-orang membicarakan tentang kemampuannya yang kurang baik dalam mengontrol bola. Itulah yang dibicarakan orang-orang."
"Donnarumma sangat, sangat bagus dalam tempo operan pendek. Dia tidak memiliki operan panjang seperti Ederson, tetapi tidak ada kiper lain yang memiliki kemampuan operan seperti Ederson."
"Gigio benar-benar bagus dalam hal ketenangan, kontrol bola pertama, dan pengambilan keputusan untuk melakukan umpan pendek. Dia jauh, jauh lebih baik daripada yang orang kira," jelasnya.
(pur/bay)











































