Balapan di Sirkuit Sakhir, Minggu (14/3/2010) memang berjalan dengan datar. Nyaris tak ada aksi yang terjadi, dan ke-24 mobil yang berlomba bagai sedang parade, bukan balapan.
"Saya tidak mau terlalu mendramatisasi, karena bila kondisinya lain, misalnya hujan di Interlagos, maka balapannya bisa berkelas seperti yang kita harapkan," tulis Coulthard di kolomnya di Daily Telegraph.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Coulthard dengan sinis menimpakan kesalahan kepada Presiden FIA terdahulu, Max Mosley. Serangkaian perubahan aturan yang dibuat di masa Mosley menjabat ternyata tidak sanggup membuat F1 jadi tontonan menarik.
"Pembatasan putaran mesin pada 18.000rpm, larangan isi bahan bakar di tengah lomba, girboks dan mesin standar, pemasok ban tunggal, semua inisiatif itu tampaknya cuma memberi sedikit akibat di lomba di Bahrain," urai Coulthard.
Namun selain Mosley, Coulthard juga turut menunjuk hidung tim peserta. Menurutnya, ide untuk mewajibkan tim kontestan melakukan dua kali pit stop sebenarnya bisa membantu.
"Kewajiban melakukan dua pit didiskusikan selama musim dingin, tapi ada beberapa tim yang tidak mau melakukannya," kata Coulthard.
"Itu adalah contoh terbaik dari para insinyur yang tidak mampu menepikan insting kompetitif mereka demi kebaikan yang lebih besar. Mari kita berharap mereka bisa berpikir jernih sekarang," tandasnya.
(arp/arp)











































