Hingga tiga balapan yang sudah berjalan musim ini, tim yang menggunakan mesin Cosworth yakni Williams, Hispania Racing, Virgin, dan Lotus masih belum bisa berprestasi. Peringkat tertinggi pembalap pengguna Cosworth adalah urutan 12 klasemen sementara, yakni Rubens Barrichello. Pembalap Williams itu mengoleksi lima poin.
Seretnya pencapaian Cosworth di awal musim bisa jadi membuat Barrichello berseloroh dalam bahasa Portugis bahwa mesin yang mereka gunakan merupakan 'porcarias'. Kata-kata itu sendiri berarti "sampah".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah balapan di Sepang (akhir pekan kemarin) saya bercanda dengan rekan senegara saya Lucas di Grassi. Waktu itu saya bilang padanya bahwa kita harus melakukan perkembangan yang luar biasa terhadap "sampah ini" untuk bisa mendekati pemuncak klasemen sekaligus sahabat kita Massinha (Felipe Massa)," terang Barrichello seperti dilansir dari Motorsport.
Ada pun Lucas di Grassi merupakan pembalap Virgin-Cosworth.
Barrichello mengatakan media salah mempersepsikan ucapannya. "Ya memang itu tidak lucu dan siapa pun yang terlibat dalam tim ini merasakan hal yang sama. Namun beberapa yang lain mengatakan bahwa saya menjelek-jelekkan tim," urai pembalap berusia 37 tahun itu.
Barrichello pun membandingkan kondisi yang dia alami dengan Karun Chandhok, pembalap dari Hispania Racing yang juga menggunakan mesin Cosworth.
"Sementara orang di negara Karun menyikapi dengan positif dan memberikan applaus baginya yang finis posisi 15, beberapa orang di Brasil menganggapi pencapaian kami dengan cara yang berbeda," tuntasnya.
(nar/din)











































