Balapan F1 selanjutnya baru akan dihelat di China 18 April depan. Dengan ketiadaan balapan di akhir pekan ini, tentu sah-sah saja jika kemudian sejumlah pembalap langsung ancang-ancang beristirahat sejenak dari lintasan.
Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan Button. Alih-alih menemani tunangannya yang akan menjalani profesi sebagai model dan meluncurkan buku di Tokyo, Button justru melakukan perjalanan 30 jam menuju markas McLaren.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"30 jam (perjalanan) untuk satu hari, tapi semoga akan pantas. Musim masih dini tapi sudah sangat ketat. Kami semua seimbang, aneh," imbuh dia.
Sejauh ini, performa juara bertahan tersebut memang belum memuaskan-memuaskan amat. Dari tiga seri yang telah dilalui, baru satu kali Button naik podium --meski itu podium tertinggi saat membalap di Australia.
Dengan capaian tersebut, Button pun harus rela baru berada di posisi empat klasemen sementara dengan poin 35, setara Nico Rosberg di posisi lima, dan tertinggal empat poin dari pimpinan klasemen Felipe Massa. Dalam balapan terakhir, Button hanya finis di posisi delapan usai start di posisi 17.
"Aku harus sedikit membenahi pengaturanku dan semoga jadi lebih baik lagi karena kami mengalami sedikit pasang-surut di Malaysia."
"Aku akan berada di dalam simulator pada hari Selasa jadi semoga kami bisa membereskan beberapa masalah. Hal terbaik adalah mobil kami terus membaik tapi aku masih belum puas 100 persen dengan keseimbangan mobilnya," papar si pria Inggris.
Meski demikian, bukan berarti Button melupakan Jessica sama sekali. Usai bergelut dengan simulator, dia berencana langsung menyambangi gadis blasteran Argentina-Jepang itu di Negeri Sakura pada Selasa malam. Di sana keduanya akan menghabiskan waktu berduaan selama beberapa hari sebelum lanjut ke Shanghai untuk mempersiapkan balapan seri empat.
Mudah-mudahan saja Jessica tidak ngamnbek, Button.
(krs/arp)











































