McLaren Tegaskan Takkan Team Order

McLaren Tegaskan Takkan Team Order

- Sport
Senin, 26 Jul 2010 18:26 WIB
McLaren Tegaskan Takkan Team Order
Jakarta - Lewis Hamilton dan Jenson Button kini berada di urutan teratas klasemen pembalap Formula 1. Jika ada saatnya salah satu di antara mereka harus diprioritaskan, McLaren menolak team order.

Demikian ditegaskan bos tim Martin Whitmarsh menyusul kejadian team order yang dilakukan Ferrari pada kedua pembalapnya, Fernando Alonso dan Felipe Massa, di GP Jerman hari Minggu (25/7/2010) kemarin.

Motif Ferrari mendahulukan Alonso di Hockenheim ada beberapa versi. Pertama, mungkin itu "pesanan sponsor". Bank raksasa asal Spanyol, Santander, adalah sponsor utama Ferrari dan juga GP Jerman 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, Alonso saat ini posisinya lebih baik daripada Massa dalam persaingan mereka dengan pembalap-pembalap McLaren dan Red Bull.

"Kita bisa kembali ke akhir 90-an, dan semua momen ketika banyak hal terjadi, tapi kami memutuskan untuk terus membalap," ujar Whitmarsh kepada Autosport.

"Saya pikir, dengan pembalap kami bertarung, hal itu sehat untuk tim buat jangka panjang. Itulah keputusan saya dan yang ingin kami lakukan. Yang lain silakan melakukan apa yang mereka ingin... Kami membiarkan kedua pembalap kami bertarung sampai akhir lomba."

Whitmarsh menolak memberi opininya tentang insiden "team order" Ferrari di Hockenheim. Ia bilang, ia akan memberi pandangan pribadinya kepada Ferrari, tapi tidak ingin menjadikannya sebagai sebuah publikasi.

"Yang saya tahu sama seperti Anda. Saya mendengar apa yang saya dengar. Saya melihat apa yang saya lihat. Tapi biarlah yang lain yang berkomentar. Ferrari cepat dan kami sudah melakukan apa yang bisa kami lakukan. Mereka membalap dengan cara mereka membalap. Itu bukan pendekatan baru dari Ferrari, bukan?"

Hamilton saat ini memimpin kompetisi dengan nilai 157, disusul Button dengan selisih 14 poin. Di bawah mereka adalah Mark Webber dan Sebastian Vettel (136) serta Alonso (123).

(a2s/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads