Hasil foto sepanjang GP Jerman pekan lalu menunjukkan kalau sayap depan F10 kepunyaan Ferrari dan RB6 milik Red Bull bisa bergerak naik dan turun pada kondisi lintasan tertentu. Sayap tersebut bergeser merendah hingga 25 mm dalam kecepatan tinggi, hal mana menghasilkan downforce yang lebih besar
Fakta itu sempat memunculkan kontroversi mengingat FIA memang melarang penggunakan komponen tersebut. Namun hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh FIA usai balapan justru membuktikan sebaliknya. Sayap depan Red Bull dan Ferrari dianggap legal dan tak menyalahi aturan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyataan FIA yang melegalkan sayap fleksibel tersebut berarti semua tim, termasuk McLaren bisa menirunya. Namun justru masalah lain muncul karena sejauh ini McLaren belum bisa mengaplikasikan sayap tersebut di kendaraannya.
"Ini perbedaan pada level yang cukup besar, yang membuatnya sulit dijelaskan hubungannya dengan berat kendaraan, tekanan ban atau setingan untuk kecepatan tinggi. Saat ini kami masih bekerja sangat keras untuk bisa memahaminya, dan itu layak menuntut performa kami untuk bisa mewujudkannya," pungkas Lowe di ESPNF1.
(din/din)











































