Terkait dengan insiden team order di GP Jerman pekan lalu, Massa melontarkan 'ancaman' kepada Ferrari. Ia menegaskan dirinya bukan sekadar pembalap nomor dua di tim Kuda Jingkrak.
Hal ini mendapatkan tanggapan dari Alonso. "Saya pikir memang tidak ada pembalap kedua dan juga pembalap pertama di sini. Saya pikir, masalahnya adalah soal saling menghormati antar pembalap dan di atas itu semua adalah menghormati Scuderia yang berarti sangat besar," ujar pembalap asal Spanyol itu di situs resmi F1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak hanya terkait dengan kejadian GP Jerman, tetapi setiap balapan selalu muncul anekdot-anekdot kecil. Dahulu pernah muncul pasca insiden tabrakan antara dua Red Bull di Turki. Di kesempatan lain, giliran aksi salip menyalip antara saya dengan Felipe Massa di pit lane."
"Memang banyak hal yang bisa dibicarakan beberapa waktu setelah balapan, jadi kami tidak punya banyak waktu untuk memperhatikan itu semua. Opini dari pembalap dan bos tim lain adalah pendapat mereka, dan kami menghormati itu. Tetapi kami harus terus berkonsentrasi dengan pekerjaan sendiri," kata pembalap kelahiran 29 Juli 1981 itu.
Sebelum ini, nama Alonso juga pernah terkait kasus 'team order' yakni di tahun 2008 saat dia memperkuat Renault. Ketika itu kejadiannya bahkan lebih parah. Renault memerintahkan Nelson Piquet Jr untuk menabrakkan mobil guna memuluskan jalan Alonso menjadi juara GP Singapura.
Alonso tidak ambil pusing apakah hal ini bisa mengancam reputasinya. "Saya pikir tak ada yang berubah pada diri saya, dan semua hal (positif) akan kembali. Saya masih tetap orang yang sama yang akan selalu berjuang demi yang terbaik untuk tim, untuk olahraga ini, dan saya harap juga untuk karir saya. Jadi saya menilai bahwa reputasi saya tidak tercoreng karena kejadian ini," tutup juara dunia 2005 dan 2006 itu. (nar/krs)











































