Seperti diberitakan sebelumnya, 'ancaman' pembalap asal Brasil itu terlontar pasca kejadian team order di GP Jerman akhir pekan lalu.
Ferrari bisa memahami tindakan Massa. "Dalam situasi seperti ini, banyak sekali orang yang berada di sekitar Anda, baik itu teman sejati atau hanya teman yang 'memanfaatkan', orang-orang yang mengatakan kepada Anda satu hal dan ketika Anda membalikkan badan mereka berkata hal sebaliknya. Jadi normal bila Anda bereaksi dengan energi seperti itu," tukas bos tim Stefano Domenicali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa ini mengingatkan pada kejadian yang pernah menimpa Ferrari sekitar lima tahun silam. Ketika itu Rubens Barrichello yang terus menerus diposisikan sebagai pembalap kedua, memilih hengkang setahun sebelum durasi kontraknya berakhir.
Tim asal Italia itu tidak yakin bila sikap Massa bakal berimbas seperti peristiwa yang menimpa Rubinho--panggilan akrab Barrichello. Pasalnya Ferrari dan Massa memiliki hubungan yang begitu baik.
"Tidak ada tim selain Ferrari yang mendukung Felipe setiap saat dan setiap waktu. Seperti yang sudah saya katakan, kita hanya memandang sesuatuΒ lewat memori jangka pendek," ujar Domenicali seperti dikutip dari Autosport.
"Beberapa waktu yang lalu, banyak orang memaksa kami untuk berkata: apa artinya ini semua, apa yang terjadi, dan kami selalu menjawab: tidak, tidak ada masalah. Felipe merupakan pembalap luar biasa, pribadi luar biasa, dan pastinya dia ingin menang karena memang itu keinginan kami dan kami ingin melihat Massa sebagai bagian dari tim," tandas pria berusia 45 tahun itu.
"Kami selalu mendukung Felipe sepenuhnya. Saya tidak ingin mengikuti isu yang terus berkembang karena memang isu itu tidak benar dan saya tidak ingin orang-orang hanya memandang dengan memori jangka pendek," tuntas dia.
(nar/nar)











































