Akhir pekan ini, GP Korea akan dipentaskan di Sirkuit Internasional Korea di Yeongam. Mengingat sirkuit ini baru pertama kalinya dipakai, maka seluruh pembalap sama-sama tidak berpengalaman membalap di sana.
Beberapa orang menganggap samanya pengalaman pembalap akan menguntungkan pembalap papan bawah. Namun Senna, pembalap Hispania Racing Team, tidak sepakat dengan pandangan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan kekuatan para tim ditunjukkan oleh Senna saat para pembalap berusaha mempelajari karakter sirkuit secara virtual. Tim papan atas punya mesin simulator, semantara tim papan bawah hanya punya video game.
"Pembalap tim papan atas bersiap untuk balapan di dalam simulator modern. Sementara saya berdiam di rumah dan berlatih memakai video game," tukas pembalap Brasil itu getir.
(arp/krs)











































