Kemenangan di GP Korea lalu yang dibarengi dengan tak finisnya Mark Webber serta Sebastien Vettel membuat Alonso mencuat ke takhta klasemen dengan 231 poin. Driver asal Spanyol itu unggul 11 angka Webber di posisi kedua, 21 poin atas Lewis Hamilton dan 25 dari Vettel.
Dengan Formula 1 musim ini menyisakan dua seri lagi, maka kansa untuk merengkuh titel ketiga dalam karirnya terbuka lebar. Bahkan jika ia menang di balapan GP Brasil 7 November nanti sementara Webber finis tak lebih dari posisi lima, maka Alonso bisa menahbiskan dirinya sebagai juara dunia 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya benar sih, dan jika Red Bull tak bisa membalap di Brasil besok, itu adalah jalan lain menjadi juara," kelakar Alonso soal peluangnya jadi juara di GP Brasil itu.
"Kandidat terkuat tetaplah Red Bull. Di Korea aku hanya bisa menjamin aku akan bisa fight pada balapan terakhir di Abu Dhabi," tambahnya seperti dilansir F1 Live.
Bagi Alonso kekuatan dan akselerasi mobil Red Bull memang masih sulit ditaklukkan oleh F60 miliknya. Meski menang di GP Korea, sebelum berhasil menyalip ke posisi pertama Alonso terlihat sulit mengimbangi mobil RB6 milik 'Banteng Merah'.
Maka Alonso meminta untuk tim Scuderia Ferrari melakukan improve pada kekuatan mobil miliknya dan juga Felipe Massa agar bisa bersaing di dua balapan tersisa. Tentunya demi raihan titel di kelas pembalap dan konstruktor.
"Red Bull menunjukkan lagi kepada kami bahwa mereka lebih kuat daripada kami. Dan di Brasil dan Abu Dhabi akan begitu juga. Jadi kami harus membuat sedikit perbaikan lagi untuk bisa kompetitif," analisa Alonso.
"Kami harus ada di podium. Jika ada seseorang yang mengalahkan kami sekarang, selamat - menang atau kalah akan ditentukan oleh kecepatan, ketahanan dan juga keberuntungan," simpul pembalap 28 tahun itu.
(mrp/a2s)











































