Berbeda seperti Ferrari yang menggunakan team order, Red Bull membebaskan Vettel dan Mark Webber untuk terus bersaing dengan bebas di lintasan, karena keduanya dinilai setara di tim itu.
Tidak sekali-dua kebijakan Red Bull itu dipertanyakan. Insiden tabrakan Vettel-Webber di GP Turki, yang bikin Red Bull gagal memenangi balapan, pun terus menerus dicuatkan sebagai contoh dari persaingan bebas yang berakhir kacau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebebasan bersaing ala Red Bull dikhawatirkan malah akan membuat tim itu akhirnya tidak dapat apa-apa jika kedua drivernya bersaing terlalu sengit. Lagipula toh pada akhirnya yang jadi juara dunia pun hanya satu orang saja.
Kekhawatiran berhembus kian kencang saat menilik performa apik Fernando Alonso dari Ferrari dalam beberapa balapan belakangan. Alonso pula yang jadi pemuncak klasemen saat balapan memasuki seri terakhir, dengan dikuntit Webber dan Vettel.
Meski begitu, Red Bull bergeming. Dengan bekal kesetaraan, Vettel dan Webber pun kemudian menjalani GP Abu Dhabi, Minggu (14/11/2010) malam WIB.
Kebijakan itu pada prosesnya berdampak manis untuk Vettel yang melintasi garis finis paling pertama dalam balapan, sekaligus jadi juara dunia akibat hasil buruk pesaing terdekatnya, termasuk Webber yang finis di posisi delapan.
Kalau Vettel gembira luar biasa, Webber niscaya sangat kecewa. Webber mungkin juga akan bertanya-tanya apa jadinya jika Red Bull sudah menunjuknya sebagai pembalap pertama saat dulu ia tengah memuncaki klasemen, karena rekannya yang kini jadi juara dunia malah belum pernah memuncaki klasemen sebelum seri terakhir.
Kalau nuansa bertolak belakang tengah melanda Vettel dan Webber, tentu tidak demikian halnya dengan Red Bull. Sukses mengantar Vettel jadi kampiun sekaligus menjadi juara konstruktor, Red Bull jelas hanya merasakan satu hal: bahagia.
"Ini luar biasa! Kami juara ganda, ini luar biasa! Ini sudah menjadi pekan yang amat emosional untuk tim," tukas Tim Prinsipal Red Bull Christian Horner di BBC.
"Ini kali pertama Vettel berada di puncak klasemen dan ia melakukannya di saat terpenting, di seri terakhir. Webber juga mesti sangat bangga karena usahanya musim ini," lanjutnya membesarkan hati Webber.
(krs/rin)











































