Dengan musim balapan F1 belum aktif lagi, Kubica menyempatkan untuk menjalani hobi lainnya yakni beraktivitas di lintasan reli. Sial untuknya, ia kemudian terlibat kecelakaan serius, Minggu (6/2/2011).
Akibat kecelakaan tersebut, bukan hanya jiwa Kubica saja yang sempat terancam, tapi begitu pula dengan masa depannya di dunia membalap, karena cedera berat di lengannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku memberitahunya tentang kecelakaan itu dan kondisi patah tulangnya dan cederanya, dan Robert benar-benar syok," aku Morelli di O Estado de S.Paulo yang dilansir F1sa.
Sadar kalau kondisinya benar-benar serius, Kubica pun kemudian pasrah jika memang harus absen dari lintasan 'Jet Darat' untuk waktu yang tidak sebentar.
"Ia sadar dirinya bakal absen untuk waktu lama dan ia cukup menderita karenanya," tutur Morelli.
Akibat kecelakaan yang dialami Kubica, muncul pula wacana guna melarang pembalap Formula 1 berlaga di balapan reli atau kompetisi balap lainnya, agar hal serupa tidak terulang.
"Robert suka melakukan reli dan ia sudah menjalani 12 reli sebelumnya tanpa ada masalah. Sebenarnya, aku baru sempat memikirkannya, tapi sepertinya reli ini adalah relinya yang ke-13," lugas Morelli.
Angka 13 sendiri secara khusus dianggap sebagai angka sial di F1. Angka itu sudah raib dari grid F1 kendati sempat dipergunakan di era-era awal kejuaraan dunia.
(krs/a2s)
