Menjadi seri pembuka balapan F1 musim 2011, kelangsungan GP Bahrain kini justru masih tanda-tanya. Balapan yang sedianya digelar pada 13 Maret itu terancam karena munculnya demonstrasi yang menentang pemerintahan berkuasa, sebagaimana sebelumnya telah terjadi di Mesir.
Kondisi tersebut jelas mengkhawatirkan, kondisi yang diakui sendiri oleh Bernie Ecclestone. Apalagi kini sudah muncul korban jiwa dari gelombang aksi protes tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keselamatan semua masyarakat Bahrain, warga negara asing dan pengunjung dari luar negeri adalah prioritas dari Kerajaan Bahrain. Di Bahrain International Circuit, fokus kami saat ini adalah memberikan event sukses lain seperti balapan di tahun 2011," ungkap ," underlined Presiden BIC, Sheikh Salman bin Isa Al Khalifa, di Crash.
"Kami terus memonitor situasinya untuk mempersiapkan tindakan yang perlu dilakukan dengan otoritas terkait, dan akan memberikan respon yang dibutuhkan terkait perkembangan selanjutnya," lanjut Sheikh Salman bin Isa Al Khalifa.
GP Bahrain mulai digelar tahun 2004. Dalam periode tersebut Ferrari mampu mendominasi dengan meraih empat kemenanan, diikuti Renault yang dua kali menang dan satu kemenangan lain dimiliki Brawn Mercedes.
(din/arp)











































