Merugi, Australia Mungkin Stop GP F1

Merugi, Australia Mungkin Stop GP F1

- Sport
Senin, 21 Feb 2011 15:50 WIB
Merugi, Australia Mungkin Stop GP F1
Canberra - Besarnya pengeluaran untuk menghajat balap mobil tercepat Formula 1 membuat Australia mungkin tidak lagi menjadi tuan rumah, setelah kontraknya selesai di tahun 2015.

Melbourne telah menggelar balapan tersebut sejak 1996, tapi kini mereka sedang berhitung ulang soal ongkos yang terus menanjak. Hal itulah yang menjadi perdebatan mengenai masa depan GP Australia.

Demikian dicetuskan seorang pengacara lokal yang juga anggota Parlemen Michael Dany, yang daerah pemilihannya termasuk sirkuit Albert Park.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Grand Prix ini memang sebuah deal yang bagus di tahun 1996, ketika pengeluaran pemerintah cuma 1,7 juta dolar. Tapi, dengan turunnya jumlah penonton dan tagihan pajak mencapai 50 juta dolar per tahun, pemerintah harus memangkas kerugian itu dan pergi," ujar dia dikutip Reuters, Senin (21/2/2011).

Pihak yang berharap GP Australia dilanjutkan telah menawarkan solusi supaya Melbourne dikampanyekan sebagai sebuah ibukota olahraga, serta harus mendongkrak perekonomian setempat selama balapan berlangsung.

Salah satu kendala yang ada adalah menyangkut perbedaan waktu Australia dengan Eropa, yang mana coverage khususnya media televisi menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan promosi dan pemasaran Australia. F1 menyebutkan, tahun lalu pemirsa F1 dari televisi diperkirakan berjumlah 527 juta.

Minggu lalu bos F1 Bernie Ecclestone mengatakan pada media Jerman, olahraga ini bisa terus berjalan tanpa Australia.

Musim ini GP Australia dijadwalkan sebagai seri kedua pada 27 Maret. Namun, jika Bahrain dinilai tidak kondusif untuk membuka kompetisi pada 13 Maret, terkait situasi politik di negara tersebut, bisa saja Australia menjadi seri pertama.
(a2s/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads