Melbourne telah menggelar balapan tersebut sejak 1996, tapi kini mereka sedang berhitung ulang soal ongkos yang terus menanjak. Hal itulah yang menjadi perdebatan mengenai masa depan GP Australia.
Demikian dicetuskan seorang pengacara lokal yang juga anggota Parlemen Michael Dany, yang daerah pemilihannya termasuk sirkuit Albert Park.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak yang berharap GP Australia dilanjutkan telah menawarkan solusi supaya Melbourne dikampanyekan sebagai sebuah ibukota olahraga, serta harus mendongkrak perekonomian setempat selama balapan berlangsung.
Salah satu kendala yang ada adalah menyangkut perbedaan waktu Australia dengan Eropa, yang mana coverage khususnya media televisi menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan promosi dan pemasaran Australia. F1 menyebutkan, tahun lalu pemirsa F1 dari televisi diperkirakan berjumlah 527 juta.
Minggu lalu bos F1 Bernie Ecclestone mengatakan pada media Jerman, olahraga ini bisa terus berjalan tanpa Australia.
Musim ini GP Australia dijadwalkan sebagai seri kedua pada 27 Maret. Namun, jika Bahrain dinilai tidak kondusif untuk membuka kompetisi pada 13 Maret, terkait situasi politik di negara tersebut, bisa saja Australia menjadi seri pertama.
(a2s/rin)











































