Format Kualifikasi Baru di GP Inggris?
Sabtu, 29 Mei 2004 19:55 WIB
Jakarta - Format kualifikasi formula satu tampaknya akan berubah lagi di GP Inggris Juli mendatang. Perubahan terutama berkaitan dengan lamanya kualifikasi.Di awal musim kompetisi ini FIA telah memberlakukan format kualifikasi baru yang merubah format lama satu sesi selama satu jam untuk seluruh tim (free-for-all) menjadi dua sesi di hari Sabtu.Tiap sesi dalam format yang dipakai hingga GP Eropa ini terbagi menjadi dua sesi selama 45 menit, dimana posisi start dalam balapan esok harinya ditentukan oleh hasil di sesi kualifikasi dua. Lainnya, trek hanya boleh dikuasai oleh satu mobil, dimana mobil berikut masuk setelah pembalap sebelumnya menyelesaikan satu putaran. Namun sudah menjadi rahasia umum kalau regulasi yang berlaku sejak GP Australia itu mendapatkan tantangan dari banyak tim. Alasannya mobil kurang mampu menunjukkan performa terbaiknya karena waktu kualifikasi menjadi lebih pendek dari tahun lalu. Dalam regulasi baru, yang kabarnya akan diajukan oleh seluruh tim formula 1, seluruh tim diberikan akan menjalani dua sesi selama 20 menit, dengan break selama 20 menit per sesi, untuk menjajal mobilnya dalam sesi kualifikasi di hari Sabtu. Posisi start sendiri ditentukan berdasarkan catatan waktu rata-rata yang dihasilkan oleh para pembalap di dua sesi kualifikasi itu. Konsekuensi dari model kualifikasi ini adalah waktu kualifikasi yang lebih panjang, namun model ini dipercaya mampu menampilkan performa mobil dengan lebih baik. Namun petinggi Jaguar Tony Purnell mengingatkan kalau format ini belum tentu disetujui oleh para pemimpin FIA. "Ini belum detail dan peraturan ini akan tergantung dengan peraturan organisasi dan persetujan semua pihak," ungkapnya seperti dilansir eurosport, Sabtu (30/5/2004)."Adalah sebuah kesalahan besar kalau ada pendapat yang mengatakan format kualifikasi ini akan segera diberlakukan. Ini masih prematur," lanjutnya. "Ada yang bilang kalau peraturan ini baru akan diberlakukan di Silverstone (Inggris) namun ada juga yang bicara kalau peraturan ini akan berlaku di Indianapolis (AS)," imbuhnya lagi. (mel/)











































