Seperti sudah diberitakan sebelumnya, GP Bahrain yang seharusnya menjadi GP pembuka musim dibatalkan akibat meluasnya kerusuhan akibat gelombang unjuk rasa anti-Pemerintah di Bahrain.
Belakangan, supremo F1 Bernie Ecclestone membuka kans untuk menyelenggarakan GP Bahrain di akhir tahun. Penyelenggara diberi waktu hingga Mei untuk memastikan kondisi di sana kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami, WN Bahrain, dan para pendukung Hak Asasi Manusia di seluruh dunia, meminta Anda untuk menimbang tentangan terhadap penyelenggaraan sebuah event olahraga yang bersifat senang-senang di tengah negara yang sedang berkonflik dan di bawah hukum perang," tulis kelompok tersebut seperti dikutip Planet F1.
"Di saat kami dikelilingi tank dan pasukan tentara, sementara warga negeri ini dipaksa untuk bungkam, dibunuh, disiksa dan lain sebagainya," lanjut pernyataan itu.
"Belum lagi menyebut kesulitan iklim, serta fakta bahwa menggelar balapan di tengah perburuan terhadap warga sendiri adalah sesuatu yang tidak bisa dimengeri dan diterima dunia," tulis mereka.
"Dengan didukung warga Bahrain, kami meminta Anda untuk memikirkan ulang penyelenggaraan GP Bahrain hingga HAM dan kebebasan ditegakkan. Mohon terbitkanlah surat yang menyatakan GP Bahrain tidak dan takkan digelar di Bahrain hingga HAM dan kebebasan dipulihkan dan represi diakhiri," demikian tulisan tersebut.
(arp/nar)











































