Disebut "khusus" karena orang Indonesia yang berkunjung ke Singapura setiap tahunnya sangat besar. Dalam catatan Singapore Tourism Board (STB), tahun lalu 81% pengunjung mereka berasal dari Asia dan Australia, dan Indonesia menempati urutan teratas dalam daftar pengunjung tersebut dengan rekor 2,3 juta orang.
Catatan kuartal pertama di tahun 2011 juga menunjukkan gejala serupa. Pelancong dari Indonesia masih menduduki peringkat nomor satu dibanding warga negara-negara lain, yakni sekitar 577 ribu. Diyakini total jumlah pengunjung di tahun ini berpotensi melampaui jumlah di tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, hajatan besar di Singapura tak sekadar balapan F1. Mengusung tema "Live Louder than Life", Grand Prix Season Singapore (GPSS) tahun ini diselenggarakan dari 16 sampai 25 September, menyuguhkan sederet program untuk melengkapi satu-satunya balapan malam F1 di dunia, dengan sirkuit jalanan yang menantang yang mengitari beberapa lokasi-lokasi terfavorit di Singapura.
Beragam acara, dari konser penyanyi-penyanyi terkenal dunia, peragaan busana, sampai penampilan DJ-DJ terkemuka, akan membuat Singapura "hingar bingar"di berbagai tempat seperti Avalon Club di Marina Bay Sands, Podium Lounge di pinggir kolam renang Ritz Carlton Millennia, dan lain-lain.
Jalan paling terkenal di negara ini, Orchard Road, akan diubah menjadi panggung bagi rancangan-rancangan adibusana, penampilan-penampilan memukau, dan suguhan ritel selama acara Rev-Up@Orchard.
Worldwide Festival juga akan mengawali musim balapan yang akan dipenuhi dengan suguhan musik terdepan. Festival yang akan belangsung selama tiga hari ini akan menampilkan, antara lain, Kyoto Jazz Massive dan Gilles Peterson, dan akan mengambil tempat di berbagai klub malam yang dikenal secara internasional seperti Zouk dan Velvet Underground.
Sementara itu, salah satu fans Indonesia yang dipastikan akan mengikuti rangkaian gegap gempit di Singapura tersebut adalah Irene Angkawijaya. Mahasiswa jurusan Akutansi Universitas Kristen Petra, Surabaya, itu mendapatkan kesempatan itu sebagai salah satu pemenang dari kontes online Grand Prix PartyBlaster yang diadakan Singapore Tourism Board (STB) di situs www.yoursingapore.com, dengan menggunakan situs jejaring sosial Facebook dan Twitter. Ia mengalahkan ratusan peserta lain dari Indonesia, yang mengikuti kontes tersebut dari 26 Agustus sampai 11 September lalu.
"STB telah banyak menggunakan medium social media seperti Facebook dan Twitter dan menjadikannya sebagai alat komunikasi kampanye program kami, termasuk GPSS tahun ini. Dengan adanya social media para pengguna new media ini bisa dengan mudah mendapatkan informasi terbaru mengenai pariwisata Singapura dan apa yang sedang hip di Singapura. Follow akun twitter kami @Singasik atau melihat akun Singasik kami di Facebook untuk bisa tau informasi terbaru tentang Singapura,” terang Suhaimi bin Sainy, Area Director Singapore Tourism Board (STB) Indonesia, kepada detiksport.
(a2s/din)











































