Red Bull kembali menunjukkan diri sebagai tim dengan mobil tercepat saat ini setelah secara beruntun memenangi balapan di Singapura dan Jepang. Selain dianggap punya peluang besar mengantar Sebastian Vettel jadi juara dunia pembalap, tim tersebut juga punya kans besar merebut juara dunia konstruktor.
Di sisi lain, McLaren justru seperti mengalami kemunduran. Lewis Hamilton mulai tercecer dalam persaingan dengan Vettel dan Fernando Alonso setelah dua kali tak finis dalam empat balapan terakhir. Hal lainnya adalah friksi kecil yang muncul antara kedua pembalap McLaren terkait persoalan Twitter Hamilton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jarak 41 poin (di klasemen konstruktor) tidaklah besar. Kami tidak menjalani balapan yang bagus di Jepang dan hanya kalah beberapa poin. Kami bisa meraihnya kembali pada satu balapan dan itu akan menjadi sesuatu yang hebat," sahut Button di Autosport.
"Memenangi juara dunia pembalap peluangnya kecil, jika itu bisa terjadi maka terjadilah. Tapi saya tak akan terlalu antusias denan hal tersebut," lanjut dia.
Terkait relasinya dengan Hamilton usai kicauan rekan setimnya itu di Twitter, Button menyebut kalau rekannya itu sudah meminta maaf secara pribadi.
"Setiap orang punya pendapatnya masing-masing...buat saya itu sungguh luar biasa kami berada di sini dan membicarakan hal tersebut. Lewis sudah datang pada saya dan meminta maaf, itu sesuatu yang bagus," tambahnya.
(din/nds)











































