Shanghai Jadi Ladang Emas Sponsor

Jelang GP Cina

Shanghai Jadi Ladang Emas Sponsor

- Sport
Rabu, 22 Sep 2004 16:03 WIB
Jakarta - Sebagai negara berpenduduk terbesar di dunia, Cina merupakan surga buat produsen yang ingin memasarkan produknya. Akibatnya, ajang seperti Formula 1 pun dimanfaatkan oleh para produsen yang ingin menggaet konsumen baru. Bersamaan dengan digelarnya seri ke-16 di Shanghai, pabrikan mobil asal Italia Ferrari segera membuka showroom yang khusus memamerkan produknya di kota berpenduduk 13 juta jiwa ini. Pembukaan showroom mobil Ferrari pertama di Shanghai ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan mobil pabrikan berlogo kuda jingkrak itu. Lebih jauh, Ferrari menargetkan penjualan 50 unit mobil di tahun ini. Jika tercapai, tahun depan, mereka mengharapkan bisa menjual produknya dua kali lipat dari jumlah yang sekarang. "Akan butuh waktu sebelum kita bisa membandingkan Cina dengan Amerika Serikat, yang menyediakan 30 persen market pasar kami. Namun negara-negara seperti Cina, India dan Rusia memiliki potensi pasar yang besar," ucap bos Ferrari Jean Todt. Tak salah jika Todt berucap demikian. Apalagi jika mengingat keberhasilan beberapa pabrikan mobil asal Eropa lainnya. Pabrikan asal Jerman BMW, misalnya, punya rekor penjualan cukup bagus di Cina, Hongkong dan Taiwan. Tahun lalu, BMW "hanya" mampu menjual 6,677 unit mobil sepanjang tahun. Namun hingga Juli tahun ini saja sekitar 6,889 unit mobil BMW, termasuk 126 Mini Coopers, berhasil terjual. Jangan tanyakan bagaimana penjualan Honda dan Toyota disini. Bahkan pabrikan mobil yang namanya kurang gong di Asia seperti Renault dan Jaguar juga bisa menuai sukses. Jaguar bahkan sudah siap untuk mempublikasikan 20 nama pembeli yang membeli Jaguar saat seri Shanghai digelar pada bodi mobil dalam balapan akhir pekan ini. Buat pabrikan yang setiap unit mobilnya dijual dengan harga "wah", angka 20 tentu sudah sangat lumayan.Namun, bukan hanya pabrikan kendaraan roda empat yang bisa berharap menambah pundi-pundi uangnya di Shanghai. Bos British America Racing (BAR) David Richards mengatakan Cina memang merupakan pasar potensial buat hampir segala jenis produk, tak terkecuali rokok. "Semua pihak yang mencari keuntungan secara komersial pasti melirik Asia Timur, terutama Cina. Mengingat pertumbuhan Cina, kami lihat market potensial ada disana. Sebagai sebuah klub olahraga, tentunya hal ini membuat kami berpandangan lebih luas," kata Richards, yang induk perusahaannya British American Tobacco (BAT) juga memproduksi rokok. Potensi Cina, Shanghai pada khususnya, juga diakui oleh konsultan marketing Sirkuit Shanghai International. Menurut Sophia Claughton, Shanghai sebelumnya sudah membuka kesempatan berbisnis luar biasa. Dengan penyelenggaraan Formula 1 pekan depan para produsen F1 bisa membuka cabang bisnisnya lebih luas lagi. "Shanghai mendorong para pebisnis untuk menanamkan modalnya di Formula 1 pada umumnya dan Shanghai pada khususnya. Mereka membuka pintu kesempatan buat berbisnis dan berbagai macam kesempatan berbeda untuk operasi dalam formula satu." "Banyak tim melihat Shanghai merupakan pintu untuk memasuki Cina, entah itu untuk mencari bakat baru, menjual merchandise, ataupun mencari manufakturer," kata Claughton. Investor Sirkuit Shanghai International sendiri telah menanamkan modal sebanyak 240 juta dollar buat pembangunan sirkuit berkapasitas 200,000 penonton ini. Jika ditambah dengan pengeluaran sebesar 40 juta dollar buat penyelenggaraan satu seri balapan selama tujuh tahun (kontrak), investor berharap modalnya balik dalam tempo dalam 12 tahun mendatang. "Berdasarkan perhitungan kami, modal investasi kami akan kembali dalam 10 hingga 12 tahun kedepan," ucap manajer umum Mao Xiaohan. Tertarik menanam modal di Shanghai? (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads