Di Sepang akhir pekan lalu, Webber terlihat akan meluncur menuju kemenangan. Apalagi saat itu Red Bull pun telah menyatakan bahwa rekan setimnya, Sebastian Vettel, takkan berusaha menyalip.
Akan tetapi, istruksi tim dari Red Bull itu ternyata tidak ditanggapi oleh Vettel yang kemudian melewati Webber dan mengambil alih podium pertama darinya. Vettel menang, Webber di posisi dua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dapat dikatakan bahwa ada banyak yang berkecamuk dalam benakku di 15 lap terakhir dari balapan lalu, banyak hal, bukan cuma dari hari ini tetapi juga dari masa lalu," katanya ketika itu.
"Kita akan lihat apa yang terjadi. Masih ada tiga pekan sebelum balapan selanjutnya. Saat ini semua masih amat dini, masih mentah, tapi saat ini kami harus melihat bagaimana arah tim dari sini," lanjut Webber.
Ada dugaan bahwa dengan pernyataannya tersebut Webber sedang mempertimbangkan masa depannya di Red Bull. Bahkan ia disebut-sebut mulai berpikir untuk mengundurkan diri dari timnya itu atau tidak membalap di balapan berikutnya.
Akan tetapi, dugaan itu ditepis oleh Alan Webber, ayah dari pebalap bersangkutan. Ia menjamin putranya akan membalap seperti biasa untuk Red Bull pada GP China 14 April mendatang.
"Kami akan ada di China untuk balapan berikutnya. Saya pikir akan butuh waktu (buat Vettel) untuk kembali mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan," sindirnya saat diwawancara ABC.
"Sebastian tidak mematuhi instruksi tim dan kebanyakan, jika bukan semua, anggota tim kecewa dengannya. Mark tidak kehilangan kredibilitasi di pit lane. Mungkin Sebastian yang kini kehilangan banyak," papar Alan seperti dikutip Planet F1.
Prinsipal Tim Red Bull Christian Horner juga menyatakan keyakinannya bahwa Webber akan bertahan di tim itu. "Tim dalam posisi yang jelas. Mark tahu tim takkan memanipulasi apapun, tak ada konspirasi, jadi alasan kenapa ia harus memikirkan masa depannya semata cuma karena emosi."
(krs/mfi)











































