Button dan Perez sempat terlibat beberapa kali insiden di Sirkuit Sakhir, Minggu (21/4/2013). Salah satu insiden bahkan mengakibatkan kerusakan di sayap depan mobil Perez setelah dia menyenggol bagian belakang mobil Button.
Karena menganggap rekannya terlalu agresif, Button sampai meminta tim untuk mengingatkan Perez agar lebih tenang dan santai. Dampak dari kejadian tersebut, McLaren disebut-sebut mengalami keretakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baik Jenson dan Perez punya kesempatan untuk menyatakan pandangan mereka kepada kami, dan kemudian kami menjelaskan kepada mereka posisi pandangan kami. Bersama-sama kami mereview semua detail, hal-hal yang jelas tidak pantas untuk pembicaraan publik," ungkap Michael kepada Autosport.
"Posisi kami cukup sederhana, McLaren membiarkan kedua pebalap untuk balapan dengan keras dan adil, dan sebagai gantinya para pengemudi harus menghormati keputusan tersebut dan tidak boleh membiarkan tim rugi."
"Kami paham Sergio senang dengan performanya, tapi dia juga mengakui bahwa saat itu dia terlalu dekat dengan batas. Sama dengan Jenson yang mengakui bahwa selama balapan dia bereaksi dengan keras atas beberapa kejadian."
Michael juga menyatakan bahwa McLaren tidak akan membatasi kedua pebalapnya untuk bersaing menjadi yang terbaik karena itu telah menjadi bagian dari sejarah tim.
"Beberapa dari momen paling menarik dari era modern balap Grand Prix muncul dari rekan setim, Ayrton Senna dan Alain Prost, saat bersaing satu sama lain di trek pada akhir 1980-an, dan Ron Dennis (prinsipal tim McLaren saat itu) tidak menerapkan team order kepada mereka."
"Jenson dan Lewis (Hamilton) telah melakukan persaingan secara adil di trek selama lebih dari tiga tahun dan meskipun mereka membuat beberapa momen kritis di layar pit, kami tidak pernah mencampuri. Dan itu keputusan yang tepat," kata Michael.
(mfi/nds)











































