Red Bull meraih kemenangan dalam balapan di Sirkuit Nurburgring, akhir pekan lalu, lewat pebalap andalannya, Sebastian Vettel. Vettel mengungguli dua pebalap Lotus, Kimi Raikkonen dan Romain Grosjean.
Bagi Vettel dan Red Bull, itu adalah kemenangan keempat mereka dari sembilan seri yang sudah digelar pada musim ini. Kalau tak mengalami masalah girboks di Silverstone, Vettel bahkan bisa saja menang terus di tiga seri terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Red Bull juga kokoh di urutan teratas klasemen konstruktor. Dengan koleksi 250 poin, mereka unggul 67 poin atas Mercedes.
Dengan situasi seperti itu, Red Bull tak mau jemawa. Mereka masih menganggap Mercedes, Ferrari, dan Lotus sebagai pesaing utama yang bisa menyodok kapan saja. Apalagi, musim masih menyisakan sepuluh seri lagi.
"Ini masih merupakan pertarungan empat arah dan Anda tak boleh mencoret siapa pun," ujar prinsipal tim Red Bull, Christian Horner, di ESPN F1.
"Kami secara efektif berada di titik tengah tahun dan perjalanan masih panjang. Segalanya bisa berubah."
"Memenangi empat seri di paruh pertama adalah sesuatu yang memuaskan. Namun, itu tak menjamin apa-apa."
"Dari akhir pekan ke akhir pekan lainnya kami melihat tim-tim yang berbeda dengan level daya saing yang berbeda pula dan saya yakin itu akan terus berlanjut selama seri-seri berikutnya," kata Horner.
(mfi/nds)











































