Terhitung sudah enam tahun sejak Ferrari terakhir kali jadi juara dunia balap F1, yakni saat Kimi Raikkonen meraih titel pada 2007. Setelahnya, tim pabrikan asal Italia itu hanya mampu mengirimkan pebalapnya ke posisi tiga (2008) dan dua (2010, 2012, 2013) dunia.
Musim 2013 kemarin jadi salah satu musim yang membuat tim 'Kuda Jingkrak', utamanya Montezemolo, kecewa. Sempat melakukan start apik dengan mengantarkan Fernando Alonso tiga kali naik podium di lima balapan awal (2 podium puncak, 1 podium kedua), Ferrari lantas tertinggal dari Red Bull yang tampil sangat cepat dan konsisten.
Sang presiden menilai hal itu terjadi karena timnya tak punya persiapan yang oke untuk mengarungi musim lalu, sementara Alonso pribadi jauh-jauh hari sudah menyatakan bahwa timnya gagal mengembangkan mobil dengan baik.
Oleh karena itu, Ferrari diminta lebih baik lagi mempersiapkan diri menyambut musim depan. Apalagi mengingat ada perubahan regulasi yang dirasa bisa dijadikan momentum untuk kembali ke jalur kemenangan.
"Seperti biasa, saya sangat senang semua orang bisa berkumpul di sini hari ini karena saya tidak akan pernah lelah berkata betapa Anda semua adalah aset nyata dari perusahaan menakjubkan kita," katanya dalam sambutan di acara pesta Natal kepada Gestione Sportiva.
"Saya ingin berterima kasih kepada Anda semua atas upaya yang telah Anda kerahkan, meskipun ada kekecewaan karena tidak menjalani musim seperti yang kita harapkan. Terutama setelah sebuah start positif, yang mana sebelumnya diharapkan akan berlanjut," lanjutnya.
"Sebagian, itu jelas tergantung pada beberapa faktor eksternal, tapi itu terutama bergantung pada kita yang tak membawa pembaruan penting ke trek, sebuah kesalahan yang tidak boleh terulang," tutur Montezemolo.
"Saya, salah satunya, jelas merasa gerah menjadi nomor dua. Kita punya kemampuan, kompetensi, dan semangat untuk kembali ke yang teratas di podium. Masing-masing dari kalian harus bekerja dengan tekad yang besar dan meraih posisi pole dalam pekerjaan kalian sendiri. Itulah yang saya minta dari kalian," ungkapnya.
Dalam empat musim terakhir, Sebastian Vettel dan Red Bull tampil amat dominan, memenangi empat titel juara dunia berturut-turut.
(raw/mfi)











































