"Itu konyol, tak pernah saya mendengar guyonan seperti ini sepanjang hidup saya," cetus Irvine dalam wawancaranya dengan Belfast Telegraph dan dikutip dari Crash.
Diberitakan sebelumnya, FIA secara resmi sudah mengesahkan aturan baru mulai musim 2014 yang akan membuat pebalap dapat poin dobel di seri terakhir. Itu artinya sang pemenang akan mendapat 50 poin, posisi kedua meraih 36 poin dan seterusnya sampai pebalap yang finis ke-10 dapat dua poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir F1 sudah keluar dari jalannya. Aturan baru soal poin dobel di balapan terakhir itu gila. Itu justru membuat saya menyadari kalau saya tidak akan menonton F1 sampai aturan tersebut dihapuskan. Itu memalukan. Benar-benar memalukan. Mereka harusnya malu dengan diri mereka sendiri," lanjut eks pebalap Ferrari, Jordan dan Jaguar itu.
Penerapan poin ganda untuk seri penutup juga dapat tentangan dari Sebastian Vettel dan Red Bull. Disebut sang juara dunia, aturan baru tersebut akan membuat perjuangan pebalap sejak awal musim hilang begitu saja saat mereka kalah di balapan penutup.
"Saya berpikir kalau orang-orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan ini sudah kehilangan arah. Mereka tidak memahami kenyataan kalau orang-orang di sini sudah terlalu lama. Mereka merusak sejarah dengan mengubah poin, mengubah kualifikasi dan sekarang menggandakan poin di balapan pamungkas," tambah Irvine lagi.
(din/mfi)











































