Sedari 2010 sampai 2013, Red Bull berhasil merangkai empat gelar juara dunia konstruktor F1. Titel tersebut turut dilengkapi dengan gelar juara dunia untuk pebalapnya, Sebastian Vettel, yang musim depan akan membela Ferrari.
Dominasi Red Bull itu kemudian berakhir di musim 2014. Di tengah-tengah setumpuk regulasi baru, termasuk di sektor mesin yang kini disebut power unit, Mercedes tampil dominan dengan dua pebalapnya, Nico Rosberg dan Lewis Hamilton--yang akhirnya jadi juara dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prinsipal Tim Red Bull Christian Horner menunjuk kebangkitan timnya pada musim 2014 itu sebagai torehan tersendiri, tetapi saat ini bidikan utama timnya adalah menggeber persiapan sebaik mungkin pada pramusim untuk mengejar Mercedes.
"Saya pikir tim tak perlu membuktikan apa-apa, saya pikir tim cuma lapar untuk mencapai kesuksesan lagi," ucap Horner di Crash.
"Jika Anda mengingat dalam enam tahun terakhir cuma ada satu tim yang bisa mengalahkan kami, itu merupakan sebuah penampilan dan capaian istimewa, khususnya dengan perubahan regulasi pada masa-masa tersebut dan tentu saja perubahan regulasi power unit musim 2014.
"Segala sesuatu memang berevolusi, tapi ada keseriusan besar di dalam tim untuk memberikan mereka (Mercedes) kesulitan," tegasnya.
(krs/raw)











































