Bedah Tim GP F1 2005 (8)
Aroma Rusia di Jordan
Rabu, 02 Mar 2005 11:14 WIB
Jakarta - Tahun lalu Jordan hanya nangkring di peringkat 9 dari 10 peserta Formula 1. Tahun ini suntikan dana besar dilakukan oleh pemilik baru, Midland. Adakah pengaruhnya? Di Lapangan Merah (Red Square), Moskow, Jumat (25/2), Jordan meluncurkan mobil yang akan dipergunakan musim balap 2005, EJ15. Dipilihnya Moskow sebagai tempat peluncuran tak diragukan lagi dikarenakan campur tangan pemilik barunya Midland Grup, yang dimiliki oleh pengusaha Kanada kelahiran Rusia, Alex Shnaider. Shnaider, yang membeli Jordan dari pemilik sebelumnya Eddie Jordan, tak hanya membawa tim dalam aroma Rusia yang kental. Suntikan dana sebesar 100 juta dollar per tahun juga membuat masa depan tim menjadi lebih jelas. "Saya telah berbicara dengan beberapa orang yang terkait dengan kami dan mereka adalah orang-orang yang tepat. Kesepakatan ini memberikan tim keamanan dan kekuatan yang dibutuhkan Jordan," kata Shnaider yang dikutip Guardian.Berakhirnya persoalan dana yang menghimpit tim yang sempat hampir bangkrut tahun 2002 ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan prestasi yang tak kunjung membaik. Apalagi nilai investasi yang disuntikkan Shnaider jauh lebih baik dari Minardi dan Red Bull, saingan mereka di papan bawah Formula 1 selama ini. Prestasi terbaik Jordan selama berkecimpung di formula 1 sejak tahun 1991 adalah juara ketiga konstruktor tahun 1999. Ketika itu tim berhasil meraih empat kemenangan, dua diantaranya dipersembahkan oleh pembalap Jerman Heinz-Harald Frentzen.Debutan Baru di Tubuh JordanTahun ini, pemilik baru melakukan langkah mengejutkan dengan mengontrak dua debutan, Narain Karthikeyan (India) dan Thiago Monteiro (Portugal). Meskipun beberapa pihak mencibir langkah tersebut namun Jordan yakin, selain berbakat keduanya terutama Karthikeyan bakal membawa keuntungan buat rencana ekspansi Midland ke Asia. Khusus buat Karthikeyan, kedatangannya ke Jordan juga membawa sponsor dari India, yaitu perusahaan minyak Tata Grup. Meski mengaku tertarik dengannya karena berbakat, tak pelak embel-embel sponsor menjadi salah satu alasan perekrutannya. Tak heran memang. Selain hitung-hitungan sponsor, sulit mengharapkan pemuda 28 tahun ini. Apalagi dia akan berlaga di Formula 1, kelas yang jauh berbeda dengan Formula 3000 atau Formula Asia, yang pernah digelutinya. Senasib dengan Karthikeyan, Monteiro tampaknya akan sulit bersaing. Meski curriculum vitae-nya mencakup Nissan World Series (runner-up 2004), Champ Car World Series, Formula 3000 dan Formula 3 Prancis, pemuda asal Portugal ini mungkin hanya akan menjadi bulan-bulanan saja.Apalagi tak ada perubahan signifikan yang terjadi di konstruksi mobil mereka. Meski demikian sistem aerodinamik EJ15 dinilai tim mekanik sudah membaik. "Thiago Monteiro bisa berkompetisi hampir selama 100 kilometer, dan melakukan kemajuan dalam pengecekan sistem mobil kami," tukas direktur olahraga Trevor Carlin usai uji coba di Silverstone seperti dikutip Planet-f1. Kedatangan Midland sudah mempengaruhi kebijakan tim. Namun adakah pengaruhnya dengan prestasi Jordan? Jawabannya hanya dapat terlihat mulai GP Australia nanti. (mel/)











































