Rencana potong gaji yang diungkapkan Menpora Imam Nahrawi untuk membantu pebalap Indonesia Rio Haryanto, menimbulkan sejumlah respons. Beberapa respons yang timbul mengingatkan Menpora untuk tidak gegabah.
Tak terkecuali dari para anggota Komisi X DPR RI, Selasa (2/3/2016). Dalam rapat yang berlangsung di Senayan, Jakarta, muncul pertanyaan bahwa niatan dari Menpora untuk potong gaji anak buahnya dinilai naif. Jika bercanda tidak apa-apa, tetapi kalau serius harusnya dipikirkan dulu.
Imam pun menanggapi dengan santai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Taβpi, tentu saya tidak bisa memaksakan memotong gaji PNS. Termasuk di jajaran kami pun sifatnya sukarela dan bukan memaksakan," tambahnya.
Menpora sendiri berniat sumbangkan 1 bulan gajinya --setelah dipotong pajak-- guna mendukung Rio. "Saya harus memulai itu. Siapa tahu ini menggerakkan bangsa untuk saling membantu dan menolong, karena Rio butuh bantuan kita. Dengan keterdesakan waktu ini mungkin itu meringankan," ujarnya.
"Tapi, sekali lagi saya nggak bisa memaksa PNS untuk potong gaji, karena saya bukan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi. Tapi, ini murni menjadi inisiatif kami dari Kemenpora."
Tentang pertanggungjawabannya, Imam menyebut, sifatnya individu.
"Kami meminta kepada manajemen Rio untuk men-collect semua bantuan itu dengan cara yang transparan. Berapapun bantuan dari orang kalau bisa semua diungkap. Dalam konteks Rio harus sportif."
"Manajemen Rio harus menyampaikan kepada publik bahwa saat ini bantuan untuk Rio telah diterima oleh manajemen Rio berapa dan dari siapa saja. Saya kira dengan adanya keterbukaan maka orang akan semakin percaya. Hari ini bukan hanya kepercayaan dari publik yang kami harapkan tetapi bentuk dukungan nyataβ," pungkasnya.
[Baca Juga: JK Ingatkan Menpora: Donasi Rio Bagus, tapi Jangan Korbankan Anak Buah]
(mcy/roz)











































