Dalam surat terbuka yang diunggah melalui akun Twitter mereka, @GPDA_, GPDA yang diwakili oleh Sebastian Vettel, Jenson Button, dan Alex Wurz merasa perubahan regulasi yang diterapkan di F1 belakangan ini justru mengacaukan olahraga tersebut, bukan membawanya ke arah yang lebih baik.
Salah satu aturan baru F1 yang banyak dikritik adalah tentang format baru kualifikasi, yang dinilai membingungkan bagi pebalap dan tim. Format tersebut kabarnya akan dievaluasi sebelum seri kedua di Bahrain, 3 April mendatang, digelar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu bahwa para pemimpin dalam olahraga ini -- baik itu para pemilik, perwakilan mereka, badan yang mengatur, tim-tim, atau pemangku kepentingan lain -- setiap individu bertindak dengan niat yang terbaik.
"Oleh karena itu, para pebalap telah sampai pada kesimpulan bahwa proses pengambilan keputusan di dalam olahraga ini sudah kuno dan menghalangi adanya kemajuan. Hal itu kadang-kadang membawa ke arah yang sebaliknya, sebuah kemacetan. Ini mencerminkan olahraga kami dengan cara yang negatif, membuatnya tidak cocok untuk generasi berikutnya dari fans dan berkompromi dengan pertumbuhan global lebih lanjut.
"Kami ingin meminta dan mendesak para pemilik dan semua pemangku kepentingan Formula 1 untuk mempertimbangkan perombakan kepemimpinan mereka. Arah dan keputusan F1 di masa depan, baik jangka pendek atau jangka panjang, berorientasi olahraga, teknis, atau bisnis, harus berdasar pada master plan yang jelas. Master plan itu harus mencerminkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai inti dari Formula 1."
GPDA berharap surat terbuka ini tidak dianggap sebagai sebuah "serangan". Mereka juga siap memberikan bantuannya jika dibutuhkan. Demikian dikutip dari Crash.
(mfi/cas)










































