Setelah empat seri berlalu, Ferrari mulai tertinggal dari Mercedes di klasemen Formula 1. Tapi, mereka tidak akan menyerah dalam perburuan gelar juara musim ini.
Dua pebalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, sulit mendapatkan hasil konsisten dalam empat seri pertama. Vettel finis ketiga di Australia dan kedua di China, tapi mesin mobilnya bermasalah di Bahrain sehingga dia tak mengikuti balapan. Di Rusia, Vettel bernasib apes karena ditabrak Daniil Kvyat dan tak bisa meneruskan balapan.
Sementara itu, Raikkonen gagal finis di Australia. Namun, pebalap Finlandia itu finis kedua di Bahrain, kelima di China, dan ketiga di Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Team principal Ferrari, Maurizio Arrivabene, menolak menyerah meski timnya sekarang tertinggal cukup jauh. Dengan 17 seri tersisa, Arrivabene yakin Ferrari masih bisa menyalip Mercedes.
"Kalau saya harus menggambarkan kejuaraan tahun ini, kami bukanlah tipe tim yang suka menang dengan gampang. Kami mencari tantangan besar dan oke, apa yang telah terjadi, itu adalah bagian dari cerita balap," ujar Arrivabene seperti dikutip Motorsport.com.
"Kami punya masalah dengan software dengan Sebastian (di Bahrain) dan masalah turbo dengan Kimi (di Australia). Namun, itu bukanlah nasib buruk. Selalu ada kesalahan manusia," tambahnya.
"Namun, saya lebih memilih untuk mendapatkan masalah seperti itu sekarang daripada nanti-nanti. Namun, kami harus memastikan bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi," tutur Arrivabene.
"Kejuaraan: kami tidak akan menyerah. Saya tidak ingin tim menyerah. Kami ingin mencurahkan seluruh energi kami mulai dari sekarang. Kami masih punya 17 balapan. Jadi, jika kami memenangi 12, mereka bisa memenangi lima lainnya dan kemudian Anda bisa bersaing! Tapi, serius, ini belum selesai dan kami tidak akan menyerah," tegasnya (mfi/rin)











































