Pecah Telur, Sato Tetap Rawan
Senin, 01 Agu 2005 09:16 WIB
Jakarta - Setelah 13 seri berlangsung, Takuma Sato akhirnya berhasil memperoleh poin pertamanya. Namun dengan satu poin, posisi pembalap Jepang itu di tim BAR masih rawan.Selama lebih dari separuh musim gagal meraih poin membuat Sato frustasi. Pembalap berusia 28 tahun itu sebelumnya memang sempat meraih poin di Imola, namun akhirnya dibatalkan karena BAR dianggap melanggar aturan berat minimal mobil.Meski hanya satu poin yang diraihnya di Hungaroring, Sato tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. "Akhirnya saya memperoleh poin pertama musim ini, setelah mengalami banyak sekali nasib sial. Saya sangat senang," ujarnya seperti dilansir situs resmi Formula 1.Rekan satu tim Sato, Jenson Button juga berhasil meraih poin setelah finis di urutan kelima. Ini merupakan pertama kalinya dua pembalap BAR Honda sama-sama meraih poin dalam satu seri musim ini.Namun dengan hanya satu poin, posisi Sato masih belum aman. Bukan dari klasemen pembalap, melainkan kesempatannya untuk bertahan di BAR musim depan. Sebab beberapa waktu lalu BAR dikabarkan telah mengontrak pembalap Ferrari Rubens Barrichello untuk musim 2006.Jika Barrichello masuk, maka otomatis harus ada yang dikorbankan antara Sato atau Button. Jika melihat prestasi, tentunya peluang Sato untuk bertahan lebih kecil. Saat ini Button telah mengoleksi 19 poin, sementara Sato baru 1. Selain itu BAR jelas sekali ingin membebaskan Button dari Williams yang sudah terikat kontrak untuk musim depan.Dibandingkan tahun lalu, prestasi Sato sangat jauh menurun. Dari 18 seri musim 2004, pembalap yang melakukan debutnya tahun 2002 itu mampu mengoleksi 34 poin serta meraih podium di GP Amerika Serikat dan bertengger di urutan kedelapan klasemen akhir. Sementara tahun ini Sato menjadi pembalap terakhir yang mendapatkan poin, dan itu pun hanya satu yang diraihnya di seri ke-13.Satu-satunya faktor yang mungkin membuat dirinya dipertahankan adalah sebagai inventaris nasional. Sebab saat ini Sato merupakan satu-satunya pembalap Jepang yang berkarir di Formula 1. Untuk menempatkan pembalapnya di Formula 1, beberapa negara bahkan bersedia menjadi sponsor seperti India (Narain Karthikeyan) atau sebelumnya Malaysia (Alex Yoong). Namun jika BAR memang serius mengincar gelar, sepertinya pembalap titipan tidak akan dipertahankan. (lom/)











































