'BAR Akan Raih Juara Dunia'
Selasa, 09 Agu 2005 18:49 WIB
Jakarta - Bagai punguk merindukan bulan. Demikian posisi BAR-Honda jika mengimpikan gelar juara konstruktor. Meski begitu mereka tetap yakin akan ada waktunya BAR juara. BAR kini masih berkutat di posisi tujuh klasemen sementara. Mereka terpaut 97 angka dari pimpinan klasemen sementara Renault. Dengan perbedaan sejauh itu, mustahil kiranya BAR meraih gelar juara.Meskipun demikian hal itu tidak menyurutkan optimisme BAR. Dikatakan oleh Nick Fry BAR pasti juara meski mungkin di kemudian hari. "Kami selalu katakan kalau kami akan memenangkan gelar juara, dan kami tetap yakin kalau itu akan terjadi," tukas bos BAR tersebut seperti dikutip BBC, Selasa (9/8/2005).Apa yang membuat BAR begitu yakin? Tak lain karena dukungan Honda. Tim yang pernah enam kali menjuarai F1 itu dipercaya akan mengantar tim ini ke tangga teratas kejuaraan. "Kami memiliki dukungan Honda. Mereka beberapa kali menjadi juara, dan tidak ada alasan kami tidak bisa melakukan itu lagi," tandas Fry. Tak seperti BAR yang baru terjun tahun 1999, Honda memang pemain lama di bisnis F1. Pabrikan asal Jepang ini pertama kali merasakan ketatnya persaingan di tahun 1963. Selama enam tahun tim ini malang melintang dengan catatan beberapa kemenangan. Honda sempat absen selama 15 tahun sebelum comeback lagi tahun 1983 dan merajai periode tersebut. Gelar juara konstruktor pertama kali diraih Honda tahun 1986 bersama Williams. Tahun berikutnya mereka kembali meraih juara sekaligus mengantar Nelson Piquet juara pembalap di tahun itu.Masa keemasan kemudian hadir bersama Aryton Senna. Bersama pembalap legendaris Brasil itu McLaren-Honda merengkuh tiga gelar juara konstruktor dalam empat tahun. Setelah mengantar Alain Prost juara tahun 1988, Senna berjaya tahun 1989, 1990 dan 1991. Tapi tahun berikutnya Honda gagal merengkuh gelar konstruktor ketujuhnya. Tahun tersebut sekaligus menandai akhir kiprah Honda di F1 (untuk sementara waktu). Tahun 2000, Honda membeli 45 persen kepemilikan saham BAR. Tiga tahun pertama mereka bergulat di papan tengah. Tapi tahun lalu Honda mencuat dengan meraih runner-up konstruktor di bawah Ferrari. Sayang, tahun ini mereka tercecer di peringkat 7 dengan sisa 6 balapan. (mel/)











































