McLaren Pantas Dikritik Masalah Mesin

Jelang GP Italia

McLaren Pantas Dikritik Masalah Mesin

- Sport
Minggu, 04 Sep 2005 07:58 WIB
Jakarta - Peer kubu McLaren mengenai reliabilitas mesin terbukti belum rampung. Mereka pun merasa pantas menerima kritikan dari semua pihak sebagai penyebab meredupnya peluang Kimi Raikkonen meraih juara dunia.Kimi merupakan salah satu pihak yang paling dirugikan atas masalah ini. Bukti terakhir adalah ketika kualifikasi GP Italia Sabtu (3/9/2005) malam. Saat itu the Iceman -- julukan Kimi -- berhasil meraih pole untuk balapan hari ini (4/9/2005), namun karena masalah mesin di sesi latihan terakhir, yang menyebabkan mesin harus diganti membuat Kimi terkena penalti 10 grid, ia pun akhirnya start dari posisi 11."Kami tidak sebaik itu. Kami memang meningkatkan kecepatan tapi tidak untuk ketahanan. Hal itu sangat jelas terlihat, kami harus mengakuinya dan layak untuk dikritisi karenanya," ungkap bos Mercedes Norbert Haug seperti dikutip BBC.Masalah seperti ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Tercatat sudah tiga kali masalah reliabilitas mesin dialami Kimi dalam enam balapan terakhir. Sebuah 'noda' yang harus segera dibersihkan.Hal ini pun dibenarkan Haug. Ia merasa bahwa timnya harus segera membenahi masalah itu sebelum semuanya menjadi benar-benar 'berantakan'."Kami seharusnya tidak mengganti mesin tiga kali dalam beberapa minggu terakhir, jadi ketika hal ini terjadi kita harus duduk dengan tim, menatap mata mereka, meletakkan tangan kita di pundak mereka dan mengatakan kita harus berbuat lebih baik lagi," tukas Haug lagi.Untungnya prestasi McLaren tidak seburuk reliabilitas mobil mereka. Meskipun dipenalti 10 grid karena mengganti mesin di GP Prancis dan GP Inggris, namun hasil cukup baik diberikan Kimi. Pembalap Finlandia itu bisa mengakhiri balapan dengan tetap berada di podium di posisi dua dan tiga.Namun hal itu tidak membuat Haug besar kepala. Dirinya menilai bahwa tidak ada yang patut dibanggakan dan bila masalah tersebut terjadi lagi untuk kesekian kalinya, ia memutuskan bahwa dialah yang pertama mengkritik kubunya sendiri."Hasilnya bisa saja berakhir lebih buruk, namun saya tidak bangga karenanya. Di akhir balapan nanti, jika enam angka hilang dari gelar juara dunia, maka saya yang pertama akan mengkritisi kami sendiri," tegasnya. (ian/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads