Kehilangan Besar Dunia F1
Senin, 28 Nov 2005 15:33 WIB
Jakarta - Meleburnya tim-tim independen ke perusahaan raksasa dunia dinilai Eddie Jordan sebagai suatu kehilangan terbesar dunia F1. Mantan bos tim F1 ini pun menyayangkan hal tersebut.Di musim ini, tidak sedikit memang tim F1 yang menjual aset berharga mereka ke tim lainnya. Sauber, Minardi dan Jordan adalah contoh tim yang melebur bersama tim lain dan lahir menjadi sebuah tim baru dan nama baru.Hal tersebut menjadi perhatian tersendiri oleh Eddie Jordan. Menurutnya kondisi tersebut menghambat kemajuan dunia F1."Seperti mengkhawatirkannya melihat tiga tim hengkangnya tiga tim independen musim ini. Bintang kita saat ini memulai karir briliannya di tim itu: Michael Schumacher di Jordan, Fernando Alonso di Minardi, Kimi Raikkonen di Sauber. Sekarang siapa di masa depan yang bakal memberi pembalap muda kesempatan pertama mereka di F1?" ungkap Jordan di kolom mingguan F1 Racing.Selain itu Jordan juga memberikan pendapatnya tentang pembalap yang harus membayar untuk bisa memperoleh kesempatan berlaga di suatu tim dalam satu musim, yang banyak dikritik berbagai pihak. Menurutnya jumlah yang dibayarkan pembalap tersebut tidak sebanding dengan pengalaman melimpah yang didapat. Dalam hal ini Jordan memberi dukungannya atas policy tersebut."Saya tidak pernah mengerti mengapa orang berpikiran bahwa pembalap membawa sejumlah uang disebutkan sebagai hal yang buruk. Saya tidak menyangkal alasan komersial menjadi bagian dari pilihan pembalap, tapi pengalaman yang mereka terima tidak ternilai harganya," tandas Jordan lagi.Pendapat Jordan ini tidak terlepas dari kebutuhan tim akan segi finansial. Selain dari sponsor pribadi tim, sponsor dari pembalap juga diharapkan mampu menggelontorkan sejumlah dana pada tim.Hal itulah yang dilihat Eddi pada diri Takuma Sato dan Narain Karthikeyan, dua pembalap yang hingga saat ini belum memiliki tim untuk musim depan. Menurutnya dalam segi komersial, kedua pembalap Asia ini memiliki 'nilai' tersendiri."Sekarang lahan untuk mencari dana sudah berbeda dan kita membalap dan mendapat dukungan dari negara baru. Saya menahan Narain dan Taku karena seperti halnya membawa talenta bagus dan berlaga, mereka membuka kesempatan untuk kepentingan bisnis," ujar Eddie.Ya, dukungan finansial memang menjadi hal utama untuk bisa berlaga di F1. Jika tidak, bisa-bisa nasib tim sama seperti tiga tim yang menjual aset mereka musim ini. "Setiap orang yang mempercayai bahwa olahraga bisa berjalan tanpa dukungan sisi komersial global adalah bohong belaka," tegasnya. (ian/)











































