Vodafone & Alonso Mata Rantai McLaren yang Hilang

Vodafone & Alonso Mata Rantai McLaren yang Hilang

- Sport
Selasa, 20 Des 2005 13:25 WIB
Vodafone & Alonso Mata Rantai McLaren yang Hilang
Jakarta - Melakukan investasi besar selama bertahun-tahun tak membuat McLaren Mercedes goyang, meski tanpa prestasi. Masuknya Vodafone dan Fernando Alonso akan melengkapi kekuatan McLaren seutuhnya.Aturan sponsorship olahraga Eropa yang membatasi iklan rokok membuat perusahaan rokok Jerman, West meninggalkan McLaren. Padahal selama ini West merupakan penopang utama dana operasinal McLaren dan pengembangan mesin Mercedes. Namun kepergia West justru menjadi berkah bagi Mclaren. Vodafone yang sudah "mentok" di Ferrari, langsung banting stir dan menggandeng McLaren.Bagi McLaren, kedatangan Vodafone adalah keuntungan yang berlipat ganda. Di satu sisi suntikan dana sebesar 160 juta poundsterling (sekitar Rp 2,7 triliun) merupakan modal finansial yang sangat berarti. Sementara di sisi lain salah satu pesaingnya yakni Ferrari harus kehilangan pemasukan 200 juta poundsterling yang adalah nilai kontrak dengan Vodafone selama lima tahun. Ini merupakan balasan dari McLaren ketika Marlboro juga meninggalkannya dan pindah ke Ferrari tahun 1997, meski telah bekerjasama selama 23 tahun.Vodafone mengklaim bahwa mereka tidak meninggalkan Ferrari karena prestasinya sedang menurun. Ini mengisyaratkan bahwa keputusan yang di ambil murni karena pertimbangan bisnis. Akhirnya terbuka juga fakta bahwa Vodafone sebenarnya menawarkan 36 juta poundsterling pertahun sebagai sponsor utama, namun digagalkan oleh Marlboro yang telah mengantongi kontrak kerjasama dengan Ferrari selama 10 tahun senilai 564 juta pounsterling (sekitar Rp 9,7 triliun).Masih satu tahun sebelum mobil McLaren dipasangi logo Vodafone, namun keduanya sudah melakukan gebrakan. Juara dunia termuda Fernando Alonso secara mengejutkan rela menjual "cintanya" di Renault kepada McLaren. Meski dirahasiakan, namun bisa ditebak bahwa harganya sangat mahal. Soal "kesepakatan ajaib" ini, Vodafone disebut-sebut sebagai dalangnya. Perusahaan raksasa telekomunikasi itu ingin menjamin sukses lima kali berturut-turut merasakan gelar juara di Ferrari, juga ikut pindah ke McLaren mulai 2007.Jika melihat kecenderungan selama hampir satu dekade terakhir, prestasi yang diperoleh McLaren tidak sebanding dengan investasi yang telah mereka tanamkan. Tahun lalu saja Bos McLaren Ron Dennis mengumumkan biaya pembangunan pusat pengembangan teknologi mereka seharga 250 juta poundsterling. Harga yang hanya bisa menghasilkan runner-up konstruktor dan pembalap.Dahaga prestasi seperti yang diraih Mika Hakkinen tahun 1998-1998 dengan memberikan gelar konstruktor dan pembalap, sudah sangat menyiksa McLaren. Dengan masuknya Alonso dan Vodafone, hampir tidak ada lagi hal terbaik yang tidak menopang McLaren. Hanya dipisahkan waktu setahun, masa kejayaan pun akan kembali ke McLaren, lengkapnya dengan nama Vodafone McLaren Mercedes.Foto: Fernando Alonso membalap untuk Vodafone McLaren Mercedes tahun 2007 (F1hirek). (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads