Lewis Hamilton Lebih Inginkan Ini Ketimbang Gelar Juara F1 Kedelapan

Adhi Prasetya - Sport
Jumat, 21 Mei 2021 09:05 WIB
MONTE-CARLO, MONACO - MAY 19: Lewis Hamilton of Great Britain and Mercedes GP talks in the Drivers Press Conference during previews ahead of the F1 Grand Prix of Monaco at Circuit de Monaco on May 19, 2021 in Monte-Carlo, Monaco. (Photo by Sebastien Nogier - Pool/Getty Images)
Hamiton, juara dunia F1 tujuh kali. Foto: Getty Images/Pool
Monako -

Lewis Hamilton mengaku gelar juara dunia Formula 1 kedelapan kalinya bukanlah prioritas utama musim ini. Lalu apa yang diinginkan pebalap Inggris tersebut?

Sejak tahun lalu, Hamilton gencar menyuarakan gerakan anti-rasisme dan juga menghargai keragaman. Ia ingin melihat F1, yang selama ini didominasi orang-orang kulit putih, terutama pria, bisa lebih terbuka dengan perbedaan.

Ini didasari dari pengalamannya selama berkarier di dunia balap, mulai dari karting hingga menembus F1. Tak pernah ada pebalap kulit hitam yang ia temui, dan pebalap Asia yang ada bisa dihitung.

Meski perjuangannya butuh waktu, namun Hamilton berharap secara bertahap hal ini bisa terjadi di ajang jet darat tersebut. Melewati catatan Michael Schumacher sebagai pebalap dengan gelar juara dunia terbanyak jelas memotivasinya, namun bukan itu warisan utama yang ingin ia tinggalkan.

"Olahraga ini jelas adalah kehidupan saya, pekerjaan saya. Tapi sekarang saya bisa bilang itu adalah prioritas nomor dua," kata Hamilton kepada AS jelang F1 GP Monako yang akan digelar akhir pekan ini.

"Saya tak bisa melakukan hal lain tanpa balapan, jadi itu yang kedua. Yang ada di hati saya sekarang adalah saya ingin bekerja dengan orang-orang, lebih mendidik diri saya, namun juga mendorong orang-orang di sekitar saya untuk lebih teredukasi (soal keberagaman)."

Hamilton jelas masih ingin membalap dan terus meraih sukses, mempertajam rekor 98 kemenangan dan 100 pole position serta meraih gelar juara terbanyak. Namun apa yang ia targetkan saat ini justru lebih sulit untuk dicapai, dan ia mengakuinya.

"Angka-angka dalam rekor bukanlah fokus saya. Yang lebih saya banggakan adalah, tahun lalu keberagaman di dalam tim hanya tiga persen, jika di akhir tahun ini bisa bertambah menjadi 5 persen atau lebih sedikit, dan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan, itu amat berarti buat saya," lanjut Hamilton.

"Itulah yang lebih saya inginkan. Jelas saya juga ingin menjadi juara dunia lagi, karena ada banyak orang yang bekerja di balik layar. Menang atau kalah, kami adalah tim," jelas driver Mercedes itu.

(adp/nds)