Kunjungan Jenson Button ke Jakarta
Ketika Seni dan Kecepatan Berpadu
Selasa, 21 Mar 2006 19:15 WIB

Jakarta - Tak harus tahu banyak soal Formula 1 untuk bisa menggambarkan betapa cepatnya laju jet darat itu di atas lintasan. Buktinya pemenang lomba mural yang diadakan Lucky Strike Honda Racing F1 Team mengaku bukan pencinta F1.Josef Juan membuktikan hal tersebut. Sebuah karyanya berjudul "High Speed" meraih juara pertama dalam lomba mural yang diadakan Lucky Strike Honda Racing F1 Team, di Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (21/3/2006). Lomba itu sendiri merupaka rangkain kegiatan Lucky Strike Honda Racing F1 Team yang bertajuk Lucky Strike Racing/Street Art/Jakarta 2006 yang dalam salah satu kegiatannya juga mendatangkan Jenson Button ke Indonesia."Saya sebenarnya tak terlalu suka F1. Melihatnya saja baru sekali-dua kali, tapi dari situ saya bisa menyaksikan betapa cepatnya mobil-mobil F1 lalu saya buatlah High Speed ini," sahut Juan kepada detiksport.Mural sendiri merupakan seni melukis yang dituangkan bukan di atas kanvas. Media yang bisa digunakan untuk melukis dengan tekhnik ini adalah tembok, atap, atau pada permukaan lain yang bersifat permanen. Dan dalam karya yang dibuat di atas bahan tripleks itu Juan menggambarkan mobil Honda yang beberapa bagian bodynya terkoyak akibat cepatnya laju mobil F1. "Mobil F1 'kan punya kecepatan yang tinggi, jadi beberapa bagian body-nya saya gambarkan sampai robek," terang mahasiswa jurusan Desain Grafis itu.Uniknya, walau mengaku tidak hobi dengan F1, Juan mengaku merinding ketika mendapat ucapan selamat dari Button atas kemenangannya itu. "Gak tau kenapa saya merinding aja waktu salaman sama Button," aku mahasiswa Inter Study itu.Lukisan dengan judul "Jenson Button" karya Dedi menjadi pemenang kedua. Sementara di posisi ketiga diraih Adnan yang mengetengahkan tema "An Aura of Succes".Dalam kesempatan yang sama, juga dipertunjukkan lukisan milik Kurt Wenner yang menggunakan tekhnik anamorphism. Dengan tekhnik ini lukisan yang dibuat di permukaan tanah akan nampak tiga dimensi jika dilihat dari sudut yang tepat. Sama dengan lukisan yang dibuat Juan, Wenner juga melukis mobil Honda namun dalam ukuran yang nyaris sama dengan aslinya.Acara yang digelar British American Tobacco Indonesia ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Tahun lalu BAT Indonesia juga menggelar acara serupa dengan tema Tribe Art. "Tahun lalu kami membuat acara yang sama dengan tema Tribe Art dan mengundang Julian Opie (seniman Prancis), ini merupakan salah satu strategi kami untuk menggabungkan sport dan keindahan art," sahut Corporate and Regulatory Affairs Director BAT Indonesia, Lekir Amir Daud, kepada detiksport.Ditambahkan Daud, untuk tahun ini tema yang dipilih adalah Urban Lifestyle. Pemilihan tema tersebut karena dianggap sesuai dengan brand, Lucky Strike."Kami memilih urban lifestyle sebagai temanya karena sesuai dengan brand lucky strike yang unik, dinamis dan sportif," tutup Daud.Foto: Jenson Button dan Kurt Wenner di depan lukisan Honda RA806E. (Doni Wahyudi/Detiksport). (din/)