Hamilton Dihina, Hamilton Dibela

Mohammad Resha Pratama - Sport
Senin, 19 Jul 2021 16:15 WIB
Mercedes driver Lewis Hamilton of Britain gets out of his car after winning the British Formula One Grand Prix, at the Silverstone circuit, in Silverstone, England, Sunday, July 18, 2021. (Lars Baron/Pool photo via AP)
Lewis Hamilton dicaci di media soal usai F1 GP Inggris 2021 (AP/Lars Baron)
Silverstone -

Lewis Hamilton sampai mendapat pelecehan berbau rasial karena aksi kontroversinya di F1 GP Inggris 2021. Tapi, pembelaan pun muncul untuk pebalap Mercedes GP itu.

Hamilton keluar sebagai juara Formula 1 GP Inggris 2021 di sirkuit Silverstone, Minggu (18/7/2021) malam WIB. Ia finis secara dramatis di depan Charles Leclerc dan Valtteri Bottas.

Dramatisnya karena Hamilton mengawali balapan dengan menyenggol Max Verstappen di putaran pertama sehingga dia mendapat penalti 10 detik. Meski demikian, Hamilton tetap harus mengejar Leclerc di depan sebelum akhirnya menang.

Sayangnya, yang paling disorot dari kemenangan Hamilton adalah insiden senggolannya dengan Verstappen. Pebalap asal Belanda itu mendapan senggolan di ban kanan belakangnya dari ban kiri depan milik Lewis Hamilton.

Verstappen dan mobilnya terhempas ke luar lintasan lalu menabrak pembatas. Beruntung pebalap Red Bull itu selamat namun pihak tim tetap mengecam betul aksi brutal Hamilton.

Mereka menganggap Hamilton sudah membahayakan nyawa Verstappen. Tak cuma kecaman dari pihak Red Bull, fans pun juga turut mencela Hamilton di media sosialnya.

Sayangnya beberapa dari mereka malah kebablasan karena melakukan pelecahan berbau rasial. Mereka turut membawa warna kulit Lewis Hamilton dan juga menyamakannya dengan "monyet"

Hal tersebut lantas ditanggapi otoritas F1 yang bersama Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan Mercedes GP mengeluarkan pernyataan menentang keras aksi rasialisme tersebut.

"Selama dan sesudah balapan GP Inggris kemarin, Lewis Hamilton jadi sasaran pelecehan berbau rasial di sosial media karena insiden tabrakan tersebut," ujar pernyataan di akun twitter resmi F1.

"Formula 1, FIA, dan tim Mercedes-F1 AMG Petronas menentang keras aksi tersebut. Orang-orang ini tidak pantas berada di olahraga kami dan kami mengharapkan adanya tindakan tegas terhadap para pelaku."

"Formula 1, FIA, para pebalap dan tim sudah bekerja keras untuk membuat olahraga ini lebih diterima di kalangan luas. Maka dari itu pelecehan di dunia maya harus dihapuskan."

(mrp/krs)