F1 2021: Ketatnya Persaingan Hamilton-Verstappen Bisa Berujung Crash Lagi

Adhi Prasetya - Sport
Selasa, 21 Sep 2021 06:15 WIB
BARCELONA, SPAIN - MAY 09: Lewis Hamilton of Great Britain driving the (44) Mercedes AMG Petronas F1 Team Mercedes W12 leads Max Verstappen of the Netherlands driving the (33) Red Bull Racing RB16B Honda on track during the F1 Grand Prix of Spain at Circuit de Barcelona-Catalunya on May 09, 2021 in Barcelona, Spain. (Photo by Bryn Lennon/Getty Images)
Verstappen (kiri) dan Hamilton bersaing merebut gelar musim ini. Foto: Getty Images/Bryn Lennon
Jakarta -

Persaingan Lewis Hamilton dan Max Verstappen merebut gelar juara dunia Formula 1 musim ini berjalan begitu sengit, dan diyakini akan ada 'tabrakan' berikutnya.

Hamilton dan Verstappen sama-sama gagal finis di GP Italia usai bertabrakan di chicane pertama Sirkuit Monza, Minggu (12/9) lalu. Ban mobil Verstappen hampir saja melindas kepala Hamilton andaikan tak ada halo yang melindunginya.

Akibat kejadian itu, Verstappen dihukum turun tiga posisi start di GP Rusia, Minggu (26/9) mendatang.

MONZA, ITALY - SEPTEMBER 12: Max Verstappen of the Netherlands driving the (33) Red Bull Racing RB16B Honda and Lewis Hamilton of Great Britain driving the (44) Mercedes AMG Petronas F1 Team Mercedes W12 crash during the F1 Grand Prix of Italy at Autodromo di Monza on September 12, 2021 in Monza, Italy. (Photo by Peter Van Egmond/Getty Images)Momen crash Verstappen dan Hamilton di F1 GP Italia. Foto: Getty Images/Getty Images

Crash tersebut mengulangi persaingan keras keduanya di GP Inggris pada Juli lalu, di mana Verstappen dan Hamilton saling bersenggolan di lap pertama, membuat Verstappen menabrak barrier dan gagal melanjutkan lomba.

Bedanya, saat itu Hamilton dijatuhi penalti 10 detik karena masih bisa melanjutkan lomba dan akhirnya keluar sebagai pemenang. Meski begitu, Verstappen sejauh ini mampu memimpin klasemen sementara dengan 226,5 poin, unggul 5 angka dari Hamilton.

Dengan sisa balap yang masih menyisakan 8 seri, tak tertutup kemungkinan keduanya kembali akan bertarung sengit memperebutkan posisi terdepan, bahkan sampai terjadi crash lagi.

Mercedes driver Lewis Hamilton of Britain, left, and Red Bull driver Max Verstappen of the Netherlands take a curve side-by-side at the start of the British Formula One Grand Prix, at the Silverstone circuit, in Silverstone, England, Sunday, July 18, 2021. (AP Photo/Jon Super)Sebelumnya, kedua pebalap telah bertabrakan di GP Inggris, membuat mobil Verstappen menabrak barrier. Foto: AP/Jon Super

"Saya pikir, sejujurnya hal itu sangat mungkin terjadi. Keduanya harus mempertahankan wilayah kekuasaan mereka," ujar ketua asosiasi pebalap F1, Alex Wurz kepada Sky Sports.

"Itulah olahraga. Jika kamu menonton tinju, sepakbola, bola tangan, apapun - saat dua pihak yang kuat bertemu, hal-hal semacam ini akan terjadi," sambung eks pebalap F1 yang pernah membela Benetton, McLaren, dan Williams itu.

Wurz menegaskan Hamilton dan Verstappen saling menghormati satu sama lain di luar trek. Namun lain cerita jika sudah berada di lintasan, sebab keduanya berusaha tetap profesional membela tim masing-masing.

"Mereka harus bertarung, ini bagian dari olahraga. Semoga hal itu dilakukan dengan rasa hormat, tak hanya satu sama lain, namun juga untuk tim mereka dan hasil mereka. Untuk bisa finis pertama, kamu harus finis kan, dan itu tak bisa dilakukan kalau mereka terlalu banyak crash," jelas Wurz.

Secara terpisah, Managing Director F1 Ross Brawn juga berpendapat serupa. Namun ia berharap kedua pebalap bisa bersaing secara adil tanpa ada perseteruan di luar lintasan.

"Ketika ada dua ayam jantan di peternakan yang sama, sudah jelas ada konsekuensinya. Saya tak yakin keduanya akan mundur di sisa musim ini, tapi semoga gelar juara ini bisa dimenangkan di trek, bukan di barrier, apalagi di ruang panel pengawas," ujar Brawn soal persaingan Hamilton dan Verstappen.

(adp/ran)