Penuh Drama, Legenda F1 Kritik Duel Verstappen Vs Hamilton

Adhi Prasetya - Sport
Rabu, 08 Des 2021 07:05 WIB
JEDDAH, SAUDI ARABIA - DECEMBER 05: Max Verstappen of the Netherlands driving the (33) Red Bull Racing RB16B Honda and Lewis Hamilton of Great Britain driving the (44) Mercedes AMG Petronas F1 Team Mercedes W12 during the F1 Grand Prix of Saudi Arabia at Jeddah Corniche Circuit on December 05, 2021 in Jeddah, Saudi Arabia. (Photo by Lars Baron/Getty Images)
Verstappen (kiri) dan Hamilton di GP Arab Saudi. Foto: Getty Images/Lars Baron
Jakarta -

Persaingan Lewis Hamilton dan Max Verstappen semakin memanas jelang akhir Formula 1 musim ini. Eks juara dunia Jacques Villeneuve mengkritik drama yang terjadi di antara keduanya.

Hamilton mengalahkan Verstappen di GP Arab Saudi pada Minggu (6/12/2021) lalu lewat serangkaian drama selama balapan. Verstappen yang finis kedua sampai dihukum karena menyalip di luar trek dan mengerem mendadak di lap 37, mengakibatkan mobilnya ditabrak Hamilton dari belakang.

Apa yang terjadi di GP Arab Saudi adalah episode baru dari persaingan Verstappen vs Hamilton di F1 2021. Saling senggol sudah terjadi sebelumnya di GP Inggris, GP Italia, dan GP Brasil. Di Italia, keduanya bahkan gagal finis karena bertabrakan di chicane.

Perang komentar antara Mercedes dan Red Bull Racing pun ramai menghiasi pemberitaan F1, imbas dari persaingan ketat yang ada.

Akhir perseteruan keduanya musim ini akan ditentukan di GP Abu Dhabi pada 12 Desember mendatang. Dengan sama-sama mengantongi 369,5 poin, siapa yang finis terdepan di Sirkuit Yas Marina akan langsung mengunci gelar juara dunia.

Persaingan ini sebetulnya dinikmati oleh penggemar F1, mengingat Hamilton terlalu dominan selama 4 tahun belakangan. Namun Villeneuve merasa apa yang terjadi di GP Arab Saudi sudah terasa seperti drama Hollywood.

"Itu bukan F1, tapi seperti balapan di wahana go-kart. Semuanya salah. Saya tak tahu harus berkata apa," ujar Villeneuve kepada Motorsport.

"Sulit untuk tetap netral, sulit memberi komentar mengenai apa yang terjadi setiap saat dan dianggap bersikap netral. Anda akan selalu dianggap memihak, dan di situlah saat semuanya sudah berlebihan."

"Kita ini sebetulnya ingin balapan F1 yang bagus atau ingin pertunjukan Hollywood? Kalau kalian ingin pertunjukan Hollywood, balapan ini (GP Arab Saudi) jelas mengagumkan. Tapi apakah F1 isinya hanya soal itu?"

"Balapannya bagus buat penggemar, mungkin akan menambah jumlah penonton. Itu bagus untuk F1, tapi kita sudah mulai menjauh dari olahraga, itu saja. Pada akhirnya, itu tergantung apakah kamu seorang yang hanya fokus pada olahraga atau tidak," kata juara dunia F1 1997 itu menambahkan.

Villeneuve juga angkat bicara soal tabrakan Verstappen dan Hamilton. Menurutnya, itu semua disebabkan oleh zona DRS yang ada di depan mereka.

"Kalau ada seseorang yang melambat di depanmu, kamu harus menyalipnya. Masalahnya ada di zona DRS bodoh itu. Lewis tak mau masuk ke zona tersebut dengan posisi di depan Max," kata Villeneuve.

Mercedes driver Lewis Hamilton of Britain celebrates winning the Formula One Saudi Arabian Grand Prix in front of the second placed Red Bull driver Max Verstappen of the Netherlands, in Jiddah, Sunday, Dec. 5, 2021. (AP Photo/Hassan Ammar)Verstappen (belakang) tak ambil bagian dalam selebrasi sampanye dan langsung meninggalkan podium seusai pemberian trofi. Foto: AP/Hassan Ammar

"Dia (Hamilton) tahu Max membiarkannya menyalip. Dia tak mau Max dibolehkan memakai DRS di lintasan lurus berikutnya, karena Max pasti akan menyalipnya. Jadi keduanya sama-sama bertingkah bodoh saat itu," lanjutnya.

Villeneuve berharap balapan di GP Abu Dhabi bisa berjalan lebih tenang, dan siapapun yang menjadi juara dunia bisa mendapatkannya lewat balapan yang layak, tanpa kontroversi seperti yang sudah-sudah.

"Itu (Sirkuit Yas Marina) adalah treknya Red Bull. Tapi dengan mesin mobil yang dimiliki Lewis, semua trek kini adalah treknya Lewis. Saya cuma berharap kita akan melihat balapan yang bersih dan bagus," ujar Villeneuve.

"Semoga yang terbaik yang menang, dan tidak dengan cara seperti kemarin, tak seperti Hollywood, balapan terakhir tak perlu seperti itu. Sudah cukup Hollywood-nya tahun ini,". jelas Villeneuve.

Lihat juga Video: Sirkuit Mandalika Disebut Juga Ditawari Gelar F1

[Gambas:Video 20detik]




(adp/rin)