Kimi Pilih Siapa?

Kimi Pilih Siapa?

- Sport
Kamis, 20 Jul 2006 06:20 WIB
Kimi Pilih Siapa?
Jakarta - Pembalap yang paling ditunggu masa depannya adalah Kimi Raikkonen. Wajar, karena ia adalah salah satu pembalap papan atas yang pasti punya fans banyak.Jawaban dari pertanyaan "tim mana yang akan ia perkuat mulai musim depan" sangat menarik untuk ditunggu. Kapan itu? Menurut manajernya, Steve Robertson, pembalap Finlandia itu akan mengumumkan keputusannya bulan Agustus mendatang.Ferrari boleh dibilang tim pertama yang dikait-kaitkan dengan Kimi seiring dengan kian dekatnya masa berlaku kontrak "Manusia Es" dengan McLaren akhir tahun ini. Bahkan ia dan Scuderia pernah digosipkan telah menandatangani pra-kontrak.Semula Kimi disebut-sebut dimaui Ferrari sebagai calon pengganti Michael Schumacher, yang kontraknya juga akan habis dan santer diisukan bakal pensiun.Namun belakangan Ferrari malah menawarinya kontrak baru untuk satu musim lagi, dan Schumi pun tak kunjung memberi tanda-tanda mundur. Inilah yang bisa membatalkan jalan Kimi menuju tim asal Italia itu.Buat pembalap sekaliber dirinya, Kimi mungkin lebih memilih bertarung melawan Schumi daripada bertandem. Kalaupun dilakoni, bisa-bisa ia dinomorduakan karena siapapun tahu Schumi adalah anak emas Ferrari sejak lama.Kondisi tersebut membuat peluang Renault merekrut pria 26 tahun itu membesar. Tim juara dunia asal Prancis itu menawarkan dua hal yang dipastikan menggoda Kimi: potensi menjadi juara dan bayaran menggiurkan.Renault sejak musim lalu mulai terlihat dominan. Fernando Alonso pun dibawanya menjadi juara dunia. Musim ini performa mereka juga masih menawan dan berpeluang mempertahankan kemenangannya. Soal bayaran, Renault konon menyediakan 18,5 juta dolar per tahun buat Kimi.Lalu, bagaimana dengan McLaren? Mungkinkah mereka tidak jadi berpisah? Tentu saja mungkin. Pasti terdengar ideal dan mengerikan buat tim-tim lawan mengetahui dua punggawa McClaren adalah Fernando Alonso dan Kimi Raikkonen.Sayangnya McLaren sudah mengecewakan Kimi. Hampir setiap tahun sejak 2002 ia dijanjikan bakal meraih titel juara dunia bersama tim yang bermesin Mercedes itu. Faktanya, hingga kini janji tinggal janji.Musim ini performa McLaren juga jauh dari harapan. Alih-alih mengalahkan Alonso dan Renault-nya, Kimi bahkan sudah tak diperhitungkan lagi buat jadi juara karena persaingan sepertinya tinggal dimiliki Alonso dan Schumi.Dari hitung-hitungan di atas Kimi tentunya punya pertimbangan-pertimbangan sendiri buat mengambil keputusan. Tapi hampir bisa dipastikan pertimbangan nomor satu untuknya adalah bersama siapa ia bisa menjadi juara dunia. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads